Alexa

Wapres JK Minta Pabrik Mobil Utamakan Manusia Dibanding Robot

Dythia Novianty | Insan Akbar Krisnamusi
Wapres JK di GIIAS 2017, ICE BSD, Tangerang. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]
Wapres JK di GIIAS 2017, ICE BSD, Tangerang. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Wapres JK merespon soal penggunaan robot dalam industri otomotif.

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), ikut berkomentar mengenai penggunaan robot dalam lingkup yang semakin luas di pabrik-pabrik kendaraan. Ia meminta produsen kendaraan bermotor di Indonesia lebih mengutamakan tenaga kerja Indonesia ketimbang mengalihkan lebih banyak tugas kepada robot.

Berbagai pro dan kontra mengenai pengalihan kerja manusia kepada robot kini memang sedang mewarnai dunia industri, termasuk industri otomotif. Berbicara dalam Gaikindo International Automotive Conference 2017, Jumat (11/8/2017) kemarin, JK mengakui bahwa tenaga kerja yang semakin mahal khususnya di negara maju membuat robotisasi produksi menjadi jalan keluar.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa pabrikan-pabrikan mobil sebenarnya turut menguatkan daya beli masyarakat jika mereka memilih tenaga kerja manusia alih-alih robot. Dengan bekerjanya semakin banyak orang, daya beli juga ikut terdongkrak dan tentu industri juga terkena dampak positif dari hal ini.

"Kalau (memakai) robot, ongkos pemeliharaannya kembali ke industri. Bagus kalau pakai manusia. Uangnya ke manusia dan bisa dipakai untuk membeli mobil," nilai JK di dalam acara yang berlangsung di Serpong, Tangerang itu.

Ia sendiri menegaskan bahwa industri otomotif merupakan industri yang penting. Industri ini menurutnya merupakan salah satu tolok ukur kemajuan ekonomi sebuah negara.

Indonesia, sambung JK, untungnya merupakan negara yang dianggap potensial oleh para pabrikan otomotif dunia. "ASEAN itu ekonominya 2,3 triliun dollar AS dan Indonesia meraup 1 triliun dollar AS di antaranya," ungkap dia.

Besarnya potensi Indonesia di mata industri otomotif global, beber JK, juga terbukti dari tambahan investasi dari sektor otomotif untuk Indonesia yang mencapai Rp16 triliun pada tahun lalu.

Makin banyaknya pabrikan dari berbagai negara yang beroperasi di Indonesia ialah hal bagus. "Ada persaingan antar negara dan itu penting bagi konsumen," tegas JK lagi.

"Juga akan ada persaingan hingga ke pelosok karena (penjualan kendaraan) butuh (membangun jaringan) layanan purnajual dan akhirnya ada perkembangan ekonomi daerah," sambung dia.

Sebab itulah, JK menegaskan kalau industri otomotif memberikan efek bola salju yang besar karena berkaitan dengan banyak industri pendukung. Jumlah tenaga kerja langsungnya saja di Indonesia ada 1 juta orang, sementara total tenaga kerja langsung dan tak langsung di industri pendukung mencapai sekitar 5 juta orang.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Yohannes Nangoi, dalam acara yang sama, menjelaskan bahwa penjualan mobil whosales di Tanah Air sepanjang semester satu 2017 naik 0,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 533.570 unit. Target Gaikindo, penjualan mobil akhir tahun nanti stagnan di 1,1 juta unit.

Ekspor mobil secara utuh (CBU) naik 20,65 persen menjadi 113.269 unit. Adapun target ekspor hingga akhir tahun naik sedikit menjadi 200 ribu unit.

Kapasitas produksi mobil di Indonesia sendiri saat ini 2,2 juta unit. "Kapasitas produksi telah bertambah setelah Mitsubishi berinvestasi pabrik dengan nilai Rp7,5 triliun dan Wuling berinvestasi pabrik senilai Rp9 triliun," tandas Nangoi.

Pemerintah menargetkan penjualan mobil di 2020 mampu mencapai kisaran 2 juta unit.


loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

Yuk ajak teman atau pasangan kamu makan petai 😋#DidYouKnow
.
.
.
.
#petai #makanan #food #foodies #facts #fakta #wowfakta #faktaunik #faktakesehatan #stroke #suaradotcom

INFOGRAFIS