Bank Mandiri Bangun Sekolah dan Hunian di Wilayah Terdampak Gempa

Fabiola Febrinastri
Bank Mandiri mempercepat pembangunan SD Inpres Sibalaya Selatan, di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, yang terdampak bencana gempa.  (Dok: Bank Mandiri)
Bank Mandiri mempercepat pembangunan SD Inpres Sibalaya Selatan, di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, yang terdampak bencana gempa. (Dok: Bank Mandiri)

Di Sibalaya, Bank Mandiri telah membangun 100 unit hunian.

Suara.com - Bank Mandiri mempercepat pembangunan SD Inpres Sibalaya Selatan, di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, yang terdampak bencana gempa. Pembangunan ruang kelas sementara, SDN Inpres Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi ini dipercepat, agar para siswa dapat segera melakukan aktivitas belajar mengajar dengan baik.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, pascagempa yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, Bank Mandiri terus berperan aktif dalam mengelola bencana, baik pada tanggap bencana maupun proses rehabilitasi.

"Kami membantu penyediaan 250 hunian sementara bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Untuk sekolah, kami berharap dapat segera selesai dan digunakan oleh anak-anak usia sekolah pada 30 Oktober 2018, sehingga mereka dapat kembali melakukan proses belajar mengajar dengan baik," katanya.

Sigi merupakan salah satu kawasan yang sempat terisolir karena bencana gempa bumi. Akbatnya, distribusi bantuan ke daerah yang terkena likuifaksi itu, lebih sulit dibandingkan kawasan terdampak bencana lainnya.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, Bank Mandiri juga mendirikan posko trauma healing, yang didirikan bersama dengan Mandiri Amal Insani Foundation. Posko yang terdapat di Desa Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulaya, Kabupaten Sigi ini dibantu oleh 5 psikolog, yang membantu mental recovery dan menghibur anak-anak, para korban bencana.

Di kawasan hunian sementara masyarakat terdampak gempa di wilayah Sibalaya, Bank Mandiri telah membangun 100 unit hunian, dengan ukuran 4.8 m x 4.88 m. Bahannya menggunakan baja ringan C60 dan atap spandek 3/6 m.

Hunian tersebut dirancang tahan gempa, dengan menggunakan dinding GRC ukuran 0.4 mm, rangka baja ringan model V, dan pintu pvc dengan lantai floor.

Di kawasan hunian sementara tersebut juga terdapat 20 unit MCK, yang dilengkapi dengan tempat cuci. Dibangun pula aula warga dengan bahan dasar pohon kelapa sebagai simbol kearifan lokal.

"Khusus untuk Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, kami membantu membangun 250 unit hunian sementara," tambahnya.

Untuk membantu normalisasi proses belajar mengajar, Bank Mandiri telah membangun sekolah dengan 7 ruang kelas, termasuk 12 ruang untuk setiap guru.

"Selaras dengan semangat kami, 'Mandiri Untuk Negeri', aktivitas yang kami lakukan ini semata-mata untuk membantu masyarakat dan memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada masyarakat yang telah mendukung kami untuk selalu berkinerja baik secara berkelanjutan," ujar Rohan.


Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS