DPR Berharap Para Observer Pemilu Beri Masukan

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Rapat Koordinasi Persiapan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Pemantau Pemilu dari Luar Negeri (Observer), di Ruang Rapat Setjen dan Badan Keahlian DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4/2019). (Dok : DPR)
Rapat Koordinasi Persiapan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Pemantau Pemilu dari Luar Negeri (Observer), di Ruang Rapat Setjen dan Badan Keahlian DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4/2019). (Dok : DPR)

Para observer dijadwalkan mulai berdatangan pada 14 April 2019.

Suara.com - Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR, Damayanti mengatakan, dengan akan diadakannya Pelaksanaan Kegiatan Pemantau Pemilu dari Luar Negeri (Observer) pada pesta demokrasi 17 April 2019, ia berharap semuanya dapat berjalan lancar dan para observer dapat memberikan masukan bagi Indonesia, terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahun ke depan. 

“Kegiatan ini adalah pengalaman pertama DPR, sehingga kita berharap mendapatkan masukan dari mereka. Mungkin 5 tahun lagi, kita akan adakan lagi, dan semoga jauh lebih siap. Kita menyiapkan kegiatan ini hanya sekitar 3 - 4 bulan, jadi kami mengharapkan ini dapat berjalan lancar,” katanya, usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Pemantau Pemilu dari Luar Negeri (Observer), di Ruang Rapat Setjen dan Badan Keahlian DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Maya, biasa Damayanti disapa menyatakan, persiapan menyambut para observer yang dijadwalkan mulai berdatangan pada 14 April 2019, sudah mencapai 95 persen. Adapun hal-hal yang masih terus diperbaiki adalah yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan di lapangan.

Namun terkait dengan persiapan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan pemantauan lokasi penghitungan suara masih perlu dikonfirmasi ulang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami sudah mengkonfirmasi pembicara, menyiapkan fasilitas, mengkonfirmasi yang akan hadir, secara keseluruhan sudah semua. Tapi seperti persiapan di TPS-nya, tentu harus kita koordinasi dan ada beberapa KPPS yang harus dikonfirmasi ulang. Untuk acara penghitungan suara, apakah akan di hotel (Hotel Borobudur), masih kita minta konfirmasi ke KPU,” ungkapnya, sembari menjabarkan jumlah delegasi yang datang untuk melakukan observasi yang berasal dari beberapa negara.

Selain itu, nantinya di dalam rangkaian kegiatan pemantau pemilu dari luar negeri ini juga dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam), Fadli Zon, dengan  tema “Parliamentary Obeservation Mission for General Election in Indonesia”.

Dengan turut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Dewan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja, Akademisi Chusnul Mar’iyah, Dewan Etik Pemilihan Prof. Dr Harjono dan juga Perludem.

Menurut Maya, FGD ini diadakan untuk menunjukkan kepada para observer, bahwa pemilu yang diselenggarakan oleh Indonesia cukup unik dan rumit, namun semuanya berjalan lancar dan damai.

“Jadi FGD ini lebih kepada kita mau memperlihatkan proses pemilu. Ini pemilu yang yang begitu complicated, ada Presiden, DPR RI, DPRD, DPD. Itu yang kita perlihatkan bahwa kita damai-damai saja. Kita juga ingin mereka memberikan kesan dan pesan dari proses ini,” tutupnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS