alexametrics

Harga Naik Drastis, Gus Muhaimin Minta Subsidi Pupuk Dinaikkan 2 Kali Lipat

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua DPR RI Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)
Wakil Ketua DPR RI Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Kelangkaan pupuk nampaknya sudah lama tidak ditangani dengan sungguh-sungguh.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menyebut, petani adalah ujung tombak masa depan pangan Indonesia yang tidak boleh diabaikan. Meski begitu, petani saat ini menjerit sebab harga pupuk justru mengalami kenaikan yang drastis.

Karena itu, Gus Muhaimin dengan tegas meminta pemerintah untuk secepatnya mengatasi persoalan tersebut, dengan cara menaikkan subsidi pupuk dua kali lipat dari yang sudah ditetapkan saat ini.

“Pemerintah tidak boleh abai dengan cara apa? Dengan cara meningkatkan subsidi pupuk minimal dua kali lipat dari yang ada sekarang. Sekaligus menata distribusi dan penyaluran pupuk yang muncul di APBN kita,” katanya, di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Menurut Gus Muhaimin, sampai hari ini, distribusi pupuk belum tercukupi hingga 50 persen dari kebutuhan subsidi yang harusnya diproduksi. Dia bakal memanggil kementerian terkait untuk menelusuri musabab persoalan tersebut.

Baca Juga: Ketum PKB Mengecam Aksi Tendang Sesajen di Semeru

“Mau tidak mau, DPR akan melakukan penelusuran melalui berbagai kementerian, sehingga ada langkah-langkah anggaran yang tidak abai terhadap tuntutan yang sudah lama membuat menderita para petani kita,” tegas Gus Muhaimin.

Di sisi lain, Gus Muhaimin menyatakan, kelangkaan pupuk nampaknya sudah lama tidak ditangani dengan sungguh-sungguh. Padahal sejumlah petani sudah secara langsung menyampaikan aspirasi terkait persoalan itu kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Indramayu.

Kondisi ini disebut Gus Muhaimin menjadi pertanda bahwa harus ada emergency action dari pemerintah dan memerlukan penanganan yang sistematis agar keluhan ini tidak berkepanjangan.

Dia juga mendorong beberapa kementerian, seperti kementerian pertanian, kementerian perdagangan dan yang terkait segera berkoordinasi dalam satu langkah-langkah yang konkret.

“(Kelangkaan pupuk) bahkan 10 tahun terakhir atau 15 tahun terakhir ini. Pak Jokowi mendapatkan keluhan ketika berkunjung ke Indramayu beberapa waktu yang lalu,” paparnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Sidak Polsek, Pastikan Penanganan Kasus Pelecehan Seksual Anak


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI