facebook

Delegasi Amirul Hajj Tiba di Arab Saudi, Bawa Dua Misi Untuk Haji 2022

Ruth Meliana Dwi Indriani | Rendy Adrikni Sadikin
Delegasi Amirul Hajj 1443 H/2022 M tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Kamis (30/6/2022). [Dok. MCH 2022]
Delegasi Amirul Hajj 1443 H/2022 M tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Kamis (30/6/2022). [Dok. MCH 2022]

Misi Amirul Hajj Indonesia selama di Arab Saudi untuk membantu pemerintah dan memastikan bahwa penyelengaraan ibadah haji 1443H dengan baik.

Suara.com - Delegasi Amirul Hajj 1443 H/2022 M telah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Kamis (30/6/2022) sekitar pukul 23.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan mereka untuk mengawal pelaksanaan ibadah haji 2022.

Mereka di antaranya Muhammad Hilal Al Aidid dari Nahdlatul Ulama (Naib Amirul Hajj), Agus Taufiqurrahman dari Muhammadiyah (Naib Amirul Hajj) dan Arif Fachruddin dari MUI (Anggota). Lalu Aay Muhammad Furkon dan Masyhuri khamis Ahmad Kasim dari Al Washliyah (Anggota).

Ada pula Faisol Nasar dari Al Irsyad (Anggota) dan Mohammad Mukri Wiryosumarto dari UIN Raden Inten Lampung (Anggota). Serta Muhammad Khoirul Muttaqin dari Kementerian Koordinator PMK (Anggota) dan Oscar Primadi dari Kementerian Kesehatan (Anggota).

Setiba di KAIA, delegasi Amirul Hajj disambut oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hilman Latief, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsad Hidayat, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab, serta Kepala Kantor Urusan Haji (KUH), Nasrullah Jasam.

Baca Juga: 84.889 Calon Haji Reguler Sudah Tiba di Arab Saudi

Sebelumnya, Naib Amirul Hajj sekaligus Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, misi Amirul Hajj Indonesia selama di Arab Saudi untuk membantu pemerintah, dalam hal ini Kemenag.

Mereka akan memastikan bahwa penyelengaraan ibadah haji 1443H berjalan dengan baik dan lancar. Delegasi Amirul Hajj turut membawa dua misi untuk membantu ibadah haji, yakni terkait ibadah dan pelayanan teknis.

"Utamanya ada dua hal, pertama berkaitan dengan aspek ibadah dan aspek pelayanan teknisnya," ujar Zainut Tauhid Sa'adi sebelum bertolak ke Arab Saudi.

"Kami akan terus memantau dan memberikan bimbingan kepada jemaah haji Indonesia, serta memberikan informasi-informasi dan pemahaman kepada jemaah agar mereka bisa melaksanakan ibadahnya dengan baik, sesuai syarat serta rukun ibadah haji dan mendapatkan pahala haji yang mabrur," lanjutnya.

Kedua, Wamen mengatakan delegasi Amirul Hajj akan melakukan monitoring dan evaluasi soal masalah teknis penyelenggaraan ibadah haji. Evaluasi ini di antaranya mengenai transportasi, akomodasi katering dan hal teknis lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Waktu Iduladha Indonesia dan Arab Saudi, Ini Penjelasan Kemenag

"Harapan kami Kementerian Agama tentunya bersama stakeholder terkait sudah melakukan persiapan-persiapan dengan maksimal dengan memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah haji," tandas Wamen.