alexametrics

Produk Berbasis Sampah di TPS 3R Baraya Runtah

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

Sampah paling banyak ditemukan adalah sampah organik.

Suara.com - Berdasarkan data tahun 2020, timbulan sampah yang dihasilkan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur  sebesar 804,91 kilogram/hari. Jumlah sampah tersebut akan terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Apabila diabaikan sampai jangka waktu tertentu, hal tersebut berpotensi mengakibatkan semakin menipisnya lahan TPA. Oleh karena itu diperlukan pengolahan sampah agar jumlah residu yang dibawa ke TPA berkurang.

Papan Partisi Terbuat dari Sampah. (Dok: Kementerian PUPR)
Papan Partisi Terbuat dari Sampah. (Dok: Kementerian PUPR)

Komposisi sampah yang paling banyak ditemukan di Indonesia yaitu sampah organik (sisa makanan, kayu, ranting, daun) dan sampah plastik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah plastik yang sulit terurai, dapat diolah melalui proses daur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat bahkan bernilai ekonomis. Dua jenis pengolahan sampah tersebut sudah diterapkan di TPS 3R Baraya Runtah, Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang. Di TPS 3R tersebut tidak hanya mengolah sampah organik namun juga sampah anorganik dengan cakupan layanan sebanyak 2500 KK. Dengan adanya pengolahan sampah di TPS 3R Baraya Runtah, jumlah residu yang dibawa ke TPA berkurang menjadi 35%.

Proses Pematangan Kompos dari Sampah Organik. (Dok: Kementerian PUPR)
Proses Pematangan Kompos dari Sampah Organik. (Dok: Kementerian PUPR)

Pengolahan sampah organik di TPS 3R Baraya Runtah dilakukan melalui proses komposting. Kompos yang dihasilkan sebesar 2,5 ton/bulan atau sekitar 40% dari total sampah. Kompos tersebut nantinya akan dibagikan kepada warga. Sedangkan sampah anorganik, khususnya plastik, diolah menggunakan mesin pencacah, mesin press (panas), dan mesin press (dingin) untuk menjadi produk ekonomis. TPS 3R Baraya Runtah telah menghasilkan produk dari sampah plastik yaitu berupa pembatas parkir mobil dan papan partisi.

Hasil Pencacahan Sampah Plastik. (Dok: Kementerian PUPR)
Hasil Pencacahan Sampah Plastik. (Dok: Kementerian PUPR)

“Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang memesan produk-produk berbasis sampah plastik, salah satunya papan partisi. Untuk membuat papan partisi berukuran 1 x 1 m dibutuhkan 10 kg sampah plastik. Dalam 1 hari kami dapat memproduksi 20 lembar papan partisi. Selain papan partisi, kami juga sudah memproduksi pembatas parkir mobil. Harapannya nantinya tidak ada lagi pembatas parkir mobil beton, bisa menggunakan produk ini”, tutur Hendro Wibowo, Pelopor KSM Baraya Runtah.

Baca Juga: Palembang Dikepung Banjir, Sampah di Sungai Jadi Penyebab Luapan

Rencana Tempat Budidaya Maggot BSF. (Dok: Kementerian PUPR)
Rencana Tempat Budidaya Maggot BSF. (Dok: Kementerian PUPR)

Proses pengolahan sampah di TPS 3R Baraya Runtah juga mendapatkan dukungan dari PT. Nestle. Bantuan yang didapatkan berupa becak motor, mesin ayak kompos, hot and cool press machine, converyor belt, hanggar, shredder, mesin press hidrolik, hanggar gallery, hanggar pilah, dan perbaikan infrastruktur pendukung. Selain dari segi pengolahan sampah, TPS 3R Baraya Runtah juga memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan selain menyediakan area pengolahan sampah, TPS 3R Baraya Runtah juga menyediakan area edukasi. Area tersebut juga dilengkapi dengan taman sehingga keberadaan TPS 3R tidak lagi menimbulkan perspektif negatif dari masyarakat.

Ecobrick yang Dihasilkan di TPS 3R Baraya Runtah. (Dok: Kementerian PUPR)
Ecobrick yang Dihasilkan di TPS 3R Baraya Runtah. (Dok: Kementerian PUPR)

Selain pengolahan sampah di TPS 3R, peran masyarakat dalam mengurangi jumlah sampah di sumber juga sangat diperlukan untuk meminimasi sampah yang dihasilkan. Harapannya pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dalam upaya meminimalisasi jumlah sampah yang ada. (pub.ibm)

Prasasti Peresmian TPS 3R oleh Bupati Karawang. (Dok: Kementerian PUPR)
Prasasti Peresmian TPS 3R oleh Bupati Karawang. (Dok: Kementerian PUPR)