alexametrics

Vaksinolog: Indonesia Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga sumber daya yang akan memberikan vaksin nantinya.

Suara.com - Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe M.Sc, Sp.PD memastikan Indonesia telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi vaksin hingga ke pelosok, termasuk vaksin Covid-19.

“Rumah sakit dan puskesmas di Indonesia sudah siap menerima vaksin Covid-19, terutama transportasinya, mesti terjamin suhunya. Pokoknya jangan khawatir, kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap,” ujar Dirga dalam pernyataannya seperti dikutip dalam laman resmi Satgas Covid-19, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, perlu diketahui juga bahwa vaksin itu adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus, karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius, kecuali vaksin polio yang penyimpanannya minus 20 derajat Celcius.

Dia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam memproduksi, mendistribusi, hingga mengimplementasikan vaksin. Sistem rantai dingin yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.

“97 persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik, jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua, itu semua sudah siap,” jelasnya.

Sementara, terkait sumber daya manusia yang akan memberikan vaksinasi nantinya ke masyarakat, Indonesia telah memiliki 23.000 vaksinator yang terlatih. Vaksinator ini sudah dibekali pelatihan khusus oleh Kementerian Kesehatan.

“Saat ini di Indonesia ada sekitar 440.000 dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan yang semuanya saya yakin siap bergotong royong menyukseskan persiapan vaksinasi ini. Pada prinsipnya, kita ingin semua terlibat membantu masyarakat,” beber Dirga.

Saat ini masyarakat perlu sedikit bersabar hingga hasil uji klinik fase III selesai dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar terlebih dahulu, baru vaksin COVID-19 bisa beredar di Indonesia.

Sementara itu, survei nasional yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) didukung UNICEF dan WHO menunjukkan, 64,8% dari 115.000 responden di 34 provinsi bersedia menerima vaksin Covi-19.

Sebelumnya, pada beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo juga meninjau langsung kesiapan pelaksanaan simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.