alexametrics

Studi: Banyak Lansia Tak Alami Gejala Umum Covid-19

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Benyak lansia yang mengalami gejala tak umu virus corona Covid-19, apa saja?

Suara.com - Demam, batuk, dan sesak napas menjadi gejala virus corona Covid-19 yang paling umum. Namun beberapa pasien Covid-19 nyatanya tak memiliki gejala umum tersebut yang kemudian mengembangkan gejala lain.

Melansir dari Times of India, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Journal of Emergency Medicine menunjukkan bahwa virus mungkin mulai memengaruhi organ dengan menunjukkan perubahan paling sederhana seperti kadar gula darah, kelelahan, masalah pencernaan, dan kelemahan.

Dalam hal ini, para peneliti dari New York membandingkan dan menganalisis 12.000 orang yang mengunjungi ruang gawat darurat selama puncak Covid-19. Setidaknya hampir 57,5 persen orang mengeluh lemas, lelah atau mengalami penurunan mental (delirium).

Diagnosis serupa diamati pada orang yang masuk ke ruang gawat darurat dengan keluhan kadar gula darah yang tidak terkontrol dan masalah gastrointestinal atau saluran pencernaan. 

Setelah ditinjau lebih lanjut mereka yang mengalami Covid-19 dengan gejala tak umum ternyata kebanyakan pasien yang berusia di atas 65 tahun. Mereka lebih berisiko mengalami gejala atipikal seperti kelelahan, kelemahan, dan masalah gastrointestinal seperti diare.

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Pasien dengan gejala atipikal seperti penurunan kondisi mental dengan tambahan kadar gula darah yang lebih tinggi  biasanya menghadapi risiko keparahan dan kematian Covid-19 yang lebih tinggi pula. Gejala saluran pencernaan yang sering kali muncul adalah mual, kehilangan nafsu makan, kelelahan, kram perut, diare, dan gejala lambung lainnya.

Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan masalah yang lebih parah, seperti penyakit kuning dan pankreatitis, yang merupakan salah satu bentuk peradangan.