alexametrics

Cegah Jemaah Pakai Surat Sehat Palsu, Kemenag Perketat Pelaksanaan Umrah

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri
Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/foc.
Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/foc.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi Hasil mengaku sangat menyayangkan ditemukannya bukti dokumen bebas Covid-19 yang belum terverifikasi secara sistem.

Suara.com - Kementerian Agama Republik Indonesia akan memperketat pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi, khususnya soal surat sehat atau surat bebas Covid-19. Pasalnya, masih ditemukan dokumen bebas Covid-19 yang belum terverifikasi secara sistem atau dianggap palsu.

Penegasan ini lantaran dalam penyelenggaraan umrah beberapa hari lalu, terdapat 13 jemaah yang terkonfirmasi positif setelah tiba di Arab Saudi. Sehingga, membuat pemerintah Arab Saudi mencabut visa umrah dari Indonesia.   

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi Hasil mengaku sangat menyayangkan ditemukannya bukti dokumen bebas Covid-19 yang belum terverifikasi secara sistem, hingga kemungkinan terjadinya pemalsuan.

“Kami akan evaluasi karena ada kemungkinan pemalsuan dokumen bebas Covid-19 di lapangan. Saya juga berharap jemaah melaksanakan disiplin yang ketat, terkait dengan penerapan protokol kesehatan selama karantina, baik di tanah air maupun di tanah suci,” ujar Fachrul dalam pernyataannya seperti dikutip pada laman resmi Kemenag RI, Sabtu (21/11/2020).  

Kemenag juga akan melakukan beberapa perbaikan dalam mekanisme pelaksanaan umrah di masa pandemi. Di antaranya, perlunya karantina jemaah pada saat keberangkatan minimal tiga hari, guna memastikan proses tes PCR/SWAB dilakukan dengan benar. 

Selain itu, penting juga dilakukan verifikasi dan validasi dokumen hasil PCR/SWAB yang dilakukan oleh petugas Kementerian Kesehatan sesuai protokol kesehatan untuk pelaku perjalanan dari luar negeri.

Sementara itu, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman menambahkan setelah sempat jeda untuk refleksi dan evaluasi pelaksanaan umrah oleh pihak Saudim, jemaah umrah asal Indonesia akan kembali diberangkatkan setelah tanggal 20 November 2020.

“Sejak 8 November, belum ada pemberangkatan lagi. Kemarin kami mendapat informasi bahwa visa umrah sudah bisa diproses kembali.  Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan ada pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia,” jelasnya.

Kata dia, agar tidak terulang pihaknya akan mengawasi dan memastikan bahwa PPIU benar-benar mematuhi segala ketentuan yang ada dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Pada Masa Pandemi.

“Kami ingatkan kembali bahwa ini harus dipahami oleh jemaah umrah ini sebagai bagian dari perlindungan pemerintah terhadap jemaah. Mudah-mudahan umrah bisa terlaksana dengan tetap menjaga kesehatan,” tegas dia.