alexametrics

Virus Corona Covid-19, Kelompok Usia Berapa yang Berisiko Alami Gejala?

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Sebuah aplikasi virus corona Covid-19 bisa mendeteksi kelompok usia yang paling berisiko terinfeksi dengan gejala.

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyerang semua orang dari segala usia, tetapi dampaknya bisa berbeda-beda. Aplikasi Xoe Covid Study pun sudah menemukan seberapa luas gejala virus corona Covid-19 per kelompok usia.

Di Inggris sendiri, ada lebih banyak orang dari segala usia yang dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19 daripada awal pandemi virus corona di tahun 2020.

Tapi beberapa bulan terakhir, infeksi virus corona Covid-19 tertinggi justru terjadi pada remaja, pelajar dan orang usia 20 hingga 30 tahunan.

Sejumlah kecil dari kelompok ini pasti berakhir membutuhkan perawatan rumah sakit. Padahal sebelumnya, semakin tua usia seseorang disebut lebih tinggi risikonya terinfeksi virus corona.

Hal itu berlaku pada orang yang berusia 65 tahun ke atas. Menurut peneliti dari Imperial College London selama gelombang pertama, pun menyebutkan orang di bawah usia 40 tahun memiliki risiko kematian akibat virus corona sekitar 0,1 persen.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Tapi, varian baru virus corona Covid-19 di Inggris terbukti lebih mematikan daripada varian virus corona sebelumnya yang menyerang semua kelompok usia.

"Selain menyebar lebih cepat, sekarang juga ada beberapa bukti bahwa varian baru virus corona pertama kali diidentifikasi di London dan tenggara yang mungkin terkait dengan tingkat kematian lebih tinggi," jelas Perdana Menteri Boris Johnson dikutip dari Express.

Kesehatan Masyarakat Inggris, Imperial College London, London School of Hygiene and Tropical Medicine dan University of Exeter masing-masing telah mencoba menilai seberapa mematikan varian baru ini.

Temuan mereka pun telah dinilai oleh para ilmuwan di New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (Nervtag). Para ilmuwan pun menyimpulkan bahwa varian baru virus itu bisa lebih mematikan, tapi hal ini masih belum pasti.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa varian baru virus corona menyebar antara 30 persen dan 70 persen lebih cepat daripada sebelumnya. Bahkan ada petunjuk lain yang mengatakan varian baru ini 30 persen lebih mematikan.