facebook

Menaker Ajak Generasi Muda Jadi Petani Jamur

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Menaker, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)
Menaker, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)

Ida juga meninjau budidaya jamur di Resto Jejamuran dengan didampingi Pemilik Resto Jejamuran, Ratidjo Hardjo.

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur. Dia menilai, kebutuhan jamur saat ini sangat tinggi, yang mana dapat menjadi potensi ekonomi luar biasa bagi generasi muda.

"Beliau (Ratidjo) ingin mendorong anak-anak muda kita menjadi petani jamur. Karena sesungguhnya kebutuhan jamur itu sangat tinggi, tetapi tidak ada anak-anak muda yang tertarik untuk bertani jamur," kata Ida saat mengunjungi Resto Jejamuran di Sleman, DIY, Sabtu (15/1/2022).

Sekadar informasi, dalam kunjungan ini, Ida juga meninjau budidaya jamur di Resto Jejamuran dengan didampingi Pemilik Resto Jejamuran, Ratidjo Hardjo.

Ida mencontohkan, dengan kebutuhan kebutuhan jamur di Resto Jejamuran yang mencapai 1,5 ton per hari. Hal ini jika digarap dengan serius tentunya akan menghasilkan nilai ekonomi yang besar.

Baca Juga: Produksi Jagung di Agam Sumbar Meningkat 8,43 Persen

Untuk itu, Ida menyebut, ke depan pihaknya akan terus menggenjot SDM kompeten di bidang pertanian melalui pelatihan-pelatihan di BLK.

"Kementerian Ketenagakerjaan akan membuka banyak sekali BLK yang salah satu jurusannya adalah jurusannya pengembangan pertanian, termasuk pengolahan hasil pertanian," ujarnya.

Sementara Ratidjo mengaku siap mendukung untuk menciptakan SDM kompeten di bidang pertanian, khususnya terkait budidaya jamur.

"Kami bekerja sama membantu Kemnaker mengajak anak-anak muda tertarik menanam jamur. Karena kebutuhan jamur di Indonesia itu cukup banyak," ujar Ratidjo.

Baca Juga: TPA Sahabat Semut Kemnaker Jadi Pelopor Taman Asuh Ramah Anak