facebook

Dikenal Sebagai Penghasil Kerajinan Terbaik, Delegasi EWG G20 Kunjungi UMKM di Jogja

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Kemnaker Ajak Delegasi EWG G20 Kunjungi Usaha Kerajinan di Jogja. (Dok: Kemnaker)
Kemnaker Ajak Delegasi EWG G20 Kunjungi Usaha Kerajinan di Jogja. (Dok: Kemnaker)

Melalui showcase ini, Arif menekankan bahwa isu prioritas yang diusung oleh Presidensi Indonesia bukanlah omong kosong.

Suara.com - Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), M. Arif Hidayat, mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil kerajinan tangan berkualitas, serta memiliki banyak Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) yang dapat dijadikan contoh atau best practices.

Oleh karena itu, dalam rangkaian pertemuan kedua Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjan (The 2nd Employment Working Group/EWG Meeting) di DIY, Kemnaker mengajak para delegasi EWG untuk melihat industri pengolahan kerajinan yang ada di DIY. Salah satunya adalah Dowa Bag and Factory yang terletak di Jalan Godean, Yogyakarta.

Arif menjelaskan bahwa kunjungan ke industri pengolahan kerajinan ini merupakan bagian dari showcase dari Presidensi Indonesia kepada para delegasi EWG. Hal ini sesuai dengan 2 isu prioritas yang diusung Kemnaker di pertemuan kedua EWG, yaitu penciptaan lapangan kerja berkelanjutan menuju dunia kerja yang berubah dan adaptasi perlindungan tenaga kerja untuk perlindungan yang lebih efektif dan peningkatan ketahanan bagi seluruh pekerja.

"Di 2nd Employment Working Group Meeting yang diselenggarakan di Jogja ini, pada tanggal 10 sampai dengan 12 Mei ini mengangkat 2 isu prioritas. Yang pertama job creation dan juga small-medium enterprises, dan labour protection. Di mana untuk Dowa ini sudah menerapkan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Arif Hidayat melalui keterangan resminya, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Jogja Darurat Sampah, Puluhan TPS di Kota Jogja Sudah Hampir Overload Sampah

Ia menuturkan, salah satu daya tarik dari Dowa adalah produk yang dihasilkan melalui proses handmade. Meski begitu, dalam proses pembuatan tetap dilakukan proses quality control yang ketat. Hal ini menurutnya mendapat apresiasi dari para delegasi EWG.

“Saya lihat para delegasi sangat tertarik dengan proses handmade ini dan ada pemeriksaan final, sehingga kualitasnya sangat terjaga dengan sempurna,” katanya.

Melalui showcase ini, Arif menekankan bahwa isu prioritas yang diusung oleh Presidensi Indonesia bukanlah omong kosong. Namun Indonesia memiliki banyak contoh yang dapat dijadikan best practices bagi negara-negara lain. “Juga Dowa ini memberdayakan penduduk di desa, khususnya perempuan dan ibu-ibu, untuk dapat menghasilkan produk handmade,” ujarnya.