facebook

287 Pekerja Migran Dilepas ke Jepang Melalui Program G to G

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor. (Dok: Kemnaker)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor. (Dok: Kemnaker)

Kerja sama dalam penempatan PMI ini tentunya akan lebih komprehensif apabila dirangkai dengan kerja sama dalam bidang pelatihan.

Suara.com - Sebanyak 287 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara resmi akan dilepas ke Jepang melalui program Government to Government (G to G) IJEPA Batch ke-15 untuk penempatan tahun 2022.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas kerja samanya dalam mendukung proses penempatan para PMI ke Jepang melalui program G to G.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan kesempatan bagi para PMI untuk memperoleh pengalaman bekerja di Jepang melalui program G to G," ucap Afriansyah, Rabu (22/6/2022).

Afriansyah mengatakan, kerja sama dalam penempatan PMI ini tentunya akan lebih komprehensif apabila dirangkai dengan kerja sama dalam bidang pelatihan. "Oleh karena itu, saya pun ingin mengajak Pemerintah Jepang untuk meningkatkan investasi dalam bidang pelatihan kerja di Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Serunya Belajar di Negeri Sakura, Ulasan Novel Indahnya Langit Kanazawa

Ia meyakini kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang bersifat saling menguntungkan. Saat ini, begitu banyak investasi Jepang di Indonesia, baik dalam bidang otomotif, perdagangan, industri, jasa dan bidang lainnya. 

"Saya yakin bahwa cukup banyak benefit yang diperoleh Jepang dari investasi di berbagai bidang di baik dalam bidang otomotif, perdagangan, industri, jasa dan bidang lainnya," ucap Afriansyah Noor.

Ia mengharapkan dari kesempatan bekerja ke Jepang ini dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat serta berbagai pengetahuan tentang karakter kerja seperti masyarakat Jepang.