alexametrics

Gus Halim: Idul Adha Berkaitan Erat dengan Ibadah Kurban

Fabiola Febrinastri
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. (Dok: Kemendes PDTT)
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. (Dok: Kemendes PDTT)

Idul Adha sangat berkaitan erat dengan ibadah kurban.

Suara.com - Tahun 2021 ini, umat Islam dan warga desa kembali merayakan Idul Adha dalam kondisi pandemi Covid-19 sedang mewabah di Indonesia. Halim Iskandar menjelaskan, Idul Adha berkaitan erat dengan ibadah kurban. Ibadah kurban memadukan dua nilai yang saling bertautan, yakni nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

"Selama pandemi, banyak sektor yang terkena dampak, termasuk sektor ekonomi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Jakarta, Selasa (20/7/2021).

"Nilai ketuhanan yang berkemanusiaan dan nilai kemanusiaan yang berketuhanan," kata Halim Iskandar.

Ibadah kurban, kata Halim Iskandar, juga mengandung nilai-nilai ritual vertikal dan memiliki manifestasi yang sangat kuat dengan relasi horizontal. Kurban ditunaikan tak sekadar berdasarkan keikhlasan dan ketaatan terhadap perintah Allah SWT, tapi Qurban juga harus memiliki makna pengorbanan terhadap sesama.

Baca Juga: Mendes PDTT: Pencairan Dana Desa Capai 40% dari Total Rp72 Triliun

"Ibadah kurban menyiratkan pesan solidaritas dan empati karena menyembelih hewan sekaligus mengajarkan kita untuk menyembelih ego pribadi," kata Gus Halim, sapaan akrabnya

Ia yakin, jika ibadah kurban yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini, maka bakal memberi dampak pada pemulihan ekonomi. Doktor Honor Causa dari UNY ini mengatakan, ibadah kurban juga akan menimbulkan empati dan rasa tidak hanya mau menang sendiri

Salah satu bukti rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, menurut mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini adalah mematuhi protokol kesehatan, karena ini tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga untuk melindungi orang lain.

"Mari patuhi protokol kesehatan, demi keselamatan jiwa anak negeri dan manusia. Mari kita ibadah kurban lebih bermakna lagi, bukan hanya ketaatan kepada Ilahi," kata Gus Halim.

"Jangan lupa memakai masker, mencuci pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta kurangi mobilitas atau interaksi," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendes PDTT Gelar Webinar Cara Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19