facebook

Jangkau Pulau-pulau Kecil, Program Pamsimas Ikut Berkontribusi Siapkan Generasi Emas

Fabiola Febrinastri
Air untuk generasi emas Indonesia. (Dok: PUPR)
Air untuk generasi emas Indonesia. (Dok: PUPR)

Pemerintah bertekad mempersiapkan generasi emas bonus demografi pada 2045.

Suara.com - Nurhidayati, 60 tahun, tidak bisa lupa hari itu, ketika dia menyaksikan air minum mengucur dari keran sarana air minum di desanya. Nenek lima cucu itu mengatakan sangat bersyukur, karena selama tiga puluh tahun lebih, ia harus pergi jauh ke luar desa untuk membeli air minum.

Mulai hari itu, air minum yang bisa diminum sudah tersedia tak jauh dari rumahnya.

Ketika diresmikan pada 2019, bangunan sarana air minum di Desa Latuo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, disambut antusias seluruh warga desa yang berjumlah tak kurang dari 320 keluarga.

Desa Latuo terletak di pesisir Teluk Bone. Selama puluhan tahun, masyarakat setempat sulit mendapatkan air minum dan tidak punya tempat mandi dan jamban yang layak.

Baca Juga: Berkat Pamsimas, Warga Lokodidi Tak Perlu Dorong Gerobak Lagi untuk Nikmati Air Bersih

Sarana air minum itu dibangun di bawah Program Pamsimas atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, sebuah program nasional pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan.

Sejak dimulai pada 2008 hingga 2015, Pamsimas telah berhasil memenuhi kebutuhan air minum dan air minum aman, serta memberi akses sanitasi layak bagi 10,4 juta jiwa di lebih dari 12.000 desa/kelurahan yang tersebar di 233 kabupaten/kota di 32 provinsi di Indonesia.

Program Pamsimas mutakhir, yaitu 2016-2021, mempunyai target menambah sasaran 15.000 desa baru, dan mengelola secara keberlanjuran program yang sudah ada di 27.000 desa. Program itu menjangkau hingga pelosok-pelosok negeri. Tak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi juga hingga daerah-daerah perbatasan terjauh.

Masyarakat Suku Dayak di Desa Sungai Barang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, misalnya, menerima program ini pada 2020. Desa itu berbatasan langsung dengan Malaysia.

Program Pamsimas tidak hanya menjangkau pulau besar, tapi juga pulau-pulau kecil Kepulauan Indonesia. Di Desa Sebele, Kepulauan Riau, misalnya, Pamsimas telah masuk pada 2014. Kebanyakan warga desa itu tinggal di pinggiran pantai, dan sejak dulu bersahabat dengan laut, namun air yang layak minum sulit didapat.

Baca Juga: Pamsimas Juga Libatkan Penyandang Disabilitas

Sarana air minum dan sanitasi Pamsimas membantu mereka mengatasi problem itu.