facebook

Wujudkan Air Minum bagi Masyarakat dengan Libatkan Komunitas Desa melalui Pamsimas

Fabiola Febrinastri
Pamsimas bagi warga. (Dok: PUPR)
Pamsimas bagi warga. (Dok: PUPR)

Di beberapa desa, pembiayaan Program Pamsimas bahkan dimulai dari urunan warga.

Suara.com - Pelibatan masyarakat dalam Program Pamsimas dimulai dengan membentuk Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dari tingkat basis paling bawah (dusun). Proses ini mencerminkan keterwakilan masyarakat dan melibatkan kaum perempuan.

Organisasi bentukan masyarakat seperti KKM, telah memiliki kekuatan hukum dan dapat merencanakan, melaksanakan dan memastikan pemeliharaan keberlanjutan.

Program dibicarakan dan dimusyawarahkan bersama dengan melibatkan warga sebanyak mungkin. Program juga dilaksanakan secara bersama-sama oleh warga.

Di beberapa desa, pembiayaan Program Pamsimas bahkan dimulai dari urunan warga. Cara ini tak hanya memuculkan rasa memilik dan rasa tanggungjawab di kalangan masyarakat terhadap program dan bangunan yang dibuat, namun juga membangun solidaritas dan kerjasama antar warga.

Baca Juga: Pamsimas Terapkan Prinsip Ramah terhadap Penyandang Disabilitas

Di banyak desa, Pamsimas merajut kembali semangat gotong royong ketika kecenderungan individualistik makin mengemuka.

Di Desa Banti, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan misalnya, warga bersama sama menggali dan mengganti pipa air yang rusak/ bocor sepanjang kurang lebih 19 kilometer yang membentang dari desa ke sumber air yang berada di kecamatan lain.

Kebersamaan juga menumbukan semangat untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk ketrampilan manajerial dan kewirausahaan di desa.

Di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Bromo- Tengger-Semeru, warga membentuk badan usaha pengelolaan air dan sanitasi bernama “Tirta Sari Utama”. Ada inisiatif sejenis di banyak desa lain.

Di Desa Dalan Lidang, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, warga menggunakan aplikasi digital untuk melakukan seluruh pencatatan pengelolaan layanan air minum.

Baca Juga: Berkah Tak Terhingga, Pamsimas Mengalirkan Air Minum ke Rumah Nelayan Lokodidi

Semangat bekerjasama dan ketrampilan berorganisasi merupakan modal sosial penting yang tidak hanya berguna dalam membangun sarana air minum serta pengolelolaannya secara berkelanjutan, tapi juga untuk banyak program lain, baik program pemerintah nasional, lokal desa, maupun inisiatif masyarakat sendiri.