Gerindra: Habib Rizieq Tidak Berkampanye Saat Reuni 212

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

"Itu bukan kampanye, karena itu aspirasi tiap orang, menyampaikan pendapatnya bahwa 2019 untuk ganti presiden,"

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut seruan 2019 ganti presiden oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dalam acara reuni 212 di lapangan Monas hari Minggu (2/12/2018) kemarin bukan termasuk kampanye. Fadli menilai seruan itu sebagai bentuk penyampaian pendapat Habib Rizieq kepada seluruh pengikutnya.

Fadli mengatakan, kalau seruan 2019 ganti presiden yang dilontarkan Habib Rizieq termasuk ke dalam bentuk aspirasi masyarakat. Karenanya, hal itu tidak masalah.

"Itu bukan kampanye, karena itu aspirasi tiap orang, menyampaikan pendapatnya bahwa 2019 untuk ganti presiden kan tidak ada masalah. Masalahnya di mana?karena itu sangat konstitusional," kata Fadli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (3/12/2018).

Saat itu Habib Rizieq menyerukan 2019 ganti presiden melalui rekaman suara. Selain itu, Habib Rizieq pun meminta untuk jangan memilih capres, cawapres serta calon legislatif yang berasal dari partai pendukung penista agama. Yang dimaksudkan penista agama ialah partai yang pernah mendukung mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilgub DKI 2017 lalu.

Oleh karena itu, Fadli menegaskan kalau apa yang dikatakan Habib Rizieq bukanlah sebagai bentuk kampanye. Menurut Fadli, kalau kampanye itu seperti menyampaikan visi misi capres-cawapres kepada para peserta reuni 212 yang hadir saat itu.

"Itu bukan kampanye karena kampanye itu mengajak dan sampaikan visi misi. Tapi kalau sampaikan suatu sikap kalau dia mau ganti presiden ya nggak ada masalah," pungkasnya.


Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS