Peduli Lingkungan Sejak Dini, Ratusan Sekolah Kembangkan Bank Sampah

Fabiola Febrinastri
Ilustrasi penanganan sampah di Jakarta. (Dok : Pemprov DKI)
Ilustrasi penanganan sampah di Jakarta. (Dok : Pemprov DKI)

Para murid diberikan motivasi mengurangi volume sampah plastik.

Suara.com - Sebagai bagian dari upaya mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih sejak dini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pendampingan kepada siswa-siswi sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas. Mereka diberikan berbagai pengetahuan tentang tata mengelola sampah hingga pengembangan bank sampah, sehingga bisa menghasilkan hal yang positif.

Salah satu upaya pendampingan dilakukan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Para siswa di Pulau Lancang diberikan informasi-informasi soal sampah dan pengelolaan bank sampah.

Kawasan ini sebenarnya sudah memiliki tiga bank sampah, yaitu bank sampah yang dikelola warga, Bank Sampah SD Negeri 02 Pulau Lancang, dan Bank Sampah SMP Negeri 288 Pulau Lancang.

Pemprov DKI menargetkan di masa mendatang, semua sekolah di kawasan ini memiliki bank sampahnya sendiri. Hal tersebut diungkapkan Staf Teknis Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih. "Tujuannya agar bank sampah di Pulau Lancang bisa lebih banyak lagi dan sampah-sampah yang ada dapat dikelola sejak dari sumbernya," ujarnya.

Di Jakarta Barat, Pemprov DKI juga memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada ratusan siswa SDN 16 Duri Kepa, Kebon Jeruk.

"Kurang lebih ada 100 siswa, mulai dari kelas 4 sampai 6 SD diajarkan tentang cara mengelola sampah," ujar Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kebon Jeruk, Zukli Novadwiyanto.

Selain memberi pengetahuan tentang lingkungan kepada murid, sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi mengurangi volume sampah plastik. Penggunaan kantung belanja ramah lingkungan pun kembali digerakkan.

Terkait hal ini, Zukli menambahkan, pihaknya juga menyosialisasikan penggunaan tumbler, tempat makan dan sedotan ramah lingkungan. "Dari sosialisasi ini, kita ingin siswa, guru, orang tua murid semakin bijak dalam pengelolaan sampah," tandasnya.

Sosialisasi tentang lingkungan, sebenarnya telah dilakukan Pemprov DKI sejak 2018.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara juga telah meluncurkan gerakan menabung sampah di sekolah, pada akhir tahun lalu. Hingga kini tercatat ada 202 sekolah yang sudah memiliki bank sampah aktif, mulai dari tingkat SD hingga SLTA.

"Seluruh bank sampah itu aktif. Mereka ada yang jual ke sudin kecamatan dan ada pula yang langsung ke pengepul,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakut, Slamet Riyadi, saat menjelaskan kemana saja sampah tersebut dijual.

Berdasarkan data yang sampai ke tangannya, dari total 202 sekolah tersebut, sebanyak 168 diantaranya merupakan sekolah negeri dan sisanya, 34 sekolah swasta.

Walaupun volume sampah yang dihasilkan oleh masing-masing sekolah tidak terlalu besar, namun Slamet menyatakan, pihaknya lebih melihat aspek penyadaran pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. Hal ini justru merupakan tujuan utama.


Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS