Lakoni 5 Laga Tanpa Kemenangan di 90 Menit, Apa Rencana Portugal?

Syaiful Rachman
Lakoni 5 Laga Tanpa Kemenangan di 90 Menit, Apa Rencana Portugal?
Pemain Portugal saat melakoni drama adu penalti kontra Polandia [Reuters]

Portugal akan menghadapi Wales di babak semifinal.

Suara.com - Setelah mencapai semifinal Piala Eropa 2016 tanpa memenangi satu pertandingan pun dalam tempo 90 menit, mungkin inilah saat yang tepat bagi para penggemar Portugal untuk berhenti mencemaskan lini serang mereka dan justru memberi penghormatan kepada sang pelatih dan para bek yang telah membawa mereka ke empat besar.

Dan, setelah impian-impian mereka dihancurkan Yunani ketika mereka satu-satunya kali mencapai final pada turnamen yang dimainkan di kandang sendiri pada 2004, mereka semestinya mampu membuang semua perasaan tidak enak kepada Yunani dan justru menyadari bahwa mantan lawannya itu telah banyak berkontribusi pada laju mereka di Prancis.

Portugal sejauh ini telah memainkan lima pertandingan dan seluruhnya berakhir imbang setelah 90 menit. Selain saat bermain imbang 3-3 dengan Hungaria, permainan-permainan mereka total hanya menghasilkan dua gol dan kemasukan dua gol, di mana satu-satunya kemenangan mereka adalah 1-0 melalui masa perpanjangan waktu atas Kroasia.

Cristiano Ronaldo terlihat sebagai kunci untuk Portugal sebelum turnamen, namun ketika ia dan para pemain menyerang mereka gagal bersinar, pelatih Fernando Santos telah menemukan cara-cara lain untuk memenangi pertandingan, yang sebagian besar digali dari masa lalu.

Sebelum ia ditunjuk melatih Portugal dua tahun silam, Santos merupakan pelatih Yunani selama empat tahun.

Dengan sumber daya terbatas, ia terpaksa mengadaptasi pendekatan pragmatis yang cukup bagus untuk membawa tim asuhannya ke Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2014.

Portugal menawarkan lebih banyak talenta untuk digarap Santos namun meski demikian, ia tetap mengandalkan pendekatan pragmatis dan "main aman." Ia tidak takut untuk menggantikan bek tengah 38 tahun Ricardo Carvalho setelah timnya kemasukan tiga gol saat melawan Hungaria, dan menggantikannya dengan Jose Fonte.

Keputusan kunci lainnya adalah memainkan Adrien Silva sebagai gelandang tengah pada pertandingan putaran kedua melawan Kroasia, untuk mengisi posisi Joao Moutinho untuk meredam ancaman yang diberikan Ivan Rakitic.

Pertandingan itu dinilai banyak orang sebagai pertandingan terburuk di turnamen ini namun, setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit tanpa mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang, Portugal mengamankan kemenangan pada masa perpanjangan waktu.

"Terkadang, Anda harus menjadi pragmatis. Rasanya menyenangkan untuk bermain cantik, namun terkadang itu tidak selalu menjadi cara Anda memenangi turnamen-turnamen," kata Santos.

"Kami menghadapi tim (Kroasia) yang mengagumkan dan ini selalu akan menjadi (pertandingan) ketat dan kuat. Kami siap untuk mereka dan kami meredam kekuatan-kekuatan mereka dan mengambil keuntungan dari titik-titik lemah mereka," kata Santos.

Untuk perempat final melawan Polandia, Santos kembali melakukan perombakan dan memberi kesempatan tampil sebagai pemain inti untuk pertama kalinya kepada pemain muda Renato Sanches.

Setelah awal bagus pertandingan itu kemudian berubah menjadi pertandingan buruk bagi para penggemar netral, namun Sanches membayar kepercayaan yang diberikan Santos dengan sumbangan satu gol dan Portugal melaju melalui adu penalti setelah imbang 1-1.

Di sektor pertahanan, Portugal sangat sulit ditaklukkan.

Gelandang bertahan William Carvalho memberikan lapisan tambahan untuk empat bek ketika ancaman dari Ronaldo atau Nani pada momen apapun dapat membuat lawan-lawan Portugal menyerah.

Bagaimanapun, jika rekan-rekannya kesulitan, Pepe selalu dapat diandalkan sebagai bek tengah.

Pemain 33 tahun itu, yang harus mengatasi cedera paha saat bermain pada Rabu, telah memperlihatkan bahwa, di balik aksi-aksi teatrikalnya, ia merupakan bek piawai dengan kombinasi antisipasi super dan distribusi bola yang bagus.

"Ia merupakan pemimpin tim ini sejak awal," kata Santos. "Ia merupakan tangan kanan pelatih." Santos mengakui permainan Portugal tidak terlalu menarik ditonton, namun mereka dipastikan tidak akan ditaklukkan dengan mudah.

"Saya tidak akan berkata bahwa kami akan memenangi setiap pertandingan," ucapnya. "Namun kami dipastikan akan sulit untuk dikalahkan." (Antara/Reuters)