Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Laris di Bulan Ramadan

M. Reza Sulaiman
Bongko Kopyor, makanan khas Gresik yang hanya ada di bulan Ramadan. (Suara.com/Tofan Kumara)
Bongko Kopyor, makanan khas Gresik yang hanya ada di bulan Ramadan. (Suara.com/Tofan Kumara)

Khusus masyarakat Gresik, Bongko Kopyor selalu dicari, terutama saat bulan Ramadan untuk berbuka puasa.

Suara.com - Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Laris di Bulan Ramadan

Bongko Kopyor mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun khusus masyarakat Gresik, Bongko Kopyor selalu dicari, terutama saat bulan Ramadan untuk berbuka puasa.

Kudapan bercita rasa manis dan gurih ini sepintas mirip dengan bubur sumsum. Perbedaan terletak pada rasanya, di mana Bongko Kopyor memiliki citarasa legit, gurih, dan lembut saat di makan.

Makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini berbahan utama tepung beras, santan, roti, irisan pisang kadang ada irisan nangka, serutan buah kelapa muda, dan bubur mutiara.

Karena rasanya yang khas itulah Bongko Kopyor selalu menjadi buruan bagi para pencari takjil untuk hidangan berbuka puasa.

Harga Bongko Kopyor pun tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 8 ribu untuk satu bungkus.

Bongko Kopyor, makanan khas Gresik yang hanya ada di bulan Ramadan. (Suara.com/Tofan Kumara)
Bongko Kopyor, makanan khas Gresik yang hanya ada di bulan Ramadan. (Suara.com/Tofan Kumara)

Selama puasa, mulai siang hingga sore hari menjelang waktu buka puasa, penjual Bongko Kopyor sudah membuka lapak di pinggir-pinggir jalan di kota Gresik, terutama di sepanjang jalan komplek Gresik Kota Baru.

Salah satu penjual Bongko Kopyor, Istiana (32), mengatakan sudah sejak hari pertama bulan ramadhan berjualan di pinggir jalan disekitar Gresik Kota Baru ini.

Keuntungan yang lumayan didapat dari berjualan Bongko setiap hari. Dalam sehari, ia bisa menjual 40 hingga 50 bungkus.

"Bongko Kopyor ini hanya ada saat puasa, mas. Penjual musiman seperti saya juga banyak. Alhamdulillah, setiap hari lumayan ramai pembeli, keuntungan juga lumayan. Saya bukan pembuat Bongko, saya setor ke pembuat," kata Istiana, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, Jumainah (47) salah satu pembuat makanan Bongko Kopyor mengatakan tidak tahu sejarah Bongko Kopyor jadi makanan untuk takjil. Tapi sudah lama makanan Bongko Kopyor ini selalu di buat pada bulan Ramadhan.

"Sebenarnya saya tidak tahu sejarahnya. Hanya saja, setiap bulan ramadan saya dan pembuat Bongko lainnya selalu membuat makanan ini. Rasa yang manis, gurih dan lezatlah, Bongko selalu dicari orang untuk menu takjil buka puasa," ujar warga Manyar ini.

Istiana (kiri) berada di lapaknya di kawasan Gresik Kota Baru, Rabu (15/5/2019). Dalam sehari bisa menjual 40 hingga 50 bungkus Bongko Kopyor selama bulan puasa. (Suara.com/Tofan Kumara)
Istiana (kiri) berada di lapaknya di kawasan Gresik Kota Baru, Rabu (15/5/2019). Dalam sehari bisa menjual 40 hingga 50 bungkus Bongko Kopyor selama bulan puasa. (Suara.com/Tofan Kumara)

Jumainah melanjutkan, makanan Bongko yang biasa, berbahan dasar dari tepung beras, tanpa santan, agak kenyal dan hanya berisi irisan buah pisang saja.

Berbeda dengan Bongko Kopyor, meski berbahan sama yakni tepung beras, tapi tekstur agak lumer karena diberi santan, berisi mulai dari buah pisang, buah nangka, roti, irisan kelapa muda hingga roti dan mutiara.

"Sebenarnya bahan dasarnya sama dari tepung beras. Hanya Bongko Kopyor agak lumer ada santannya, berisi macam-macam mulai dari pisang, mutiara, nangka dan kelapa. Rasanya gurih manis. Bahanya juga gampang di cari," jelas Jumainah.

Tertarik untuk mencoba Bongko Kopyor? Jangan ragu untuk menyambagi kota Gresik di bulan Ramadan ini ya!

Kontributor : Tofan Kumara

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS