Tips Mudik Bersama Lansia, Jangan Sampai Kelelahan

Vania Rossa | Risna Halidi
Ilustrasi mudik bersama lansia. (Shutterstock)
Ilustrasi mudik bersama lansia. (Shutterstock)

Jangan sampai tragedi Tol Brexit terulang yang menyebabkan 12 pemudik meninggal, dan didominasi oleh lansia.

Suara.com - Sejarah mencatat peristiwa kemacetan total selama 20 jam lebih di pintu tol keluar Brebes pada musim mudik 2016. Akibat peristiwa tersebut, 12 orang pemudik meninggal dunia akibat kelelahan, dan didominasi oleh lansia.

Nah, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda mudik bersama lansia.

Hal yang mesti diingat, kondisi fisik lansia tak lagi sebugar orang-orang berusia muda. Hal tersebut membuat mereka membutuhkan perhatian khusus sebelum melakukan perjalanan panjang.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. PD-KGER, menjelaskan bahwa saat mudik bersama lansia, pastikan buat semuanya lebih santai.

"Melakukan perjalanan mudik bersama lansia tidak boleh terburu-buru, kitalah yang harus mengikuti ritme mereka. Pertimbangkan membawa care giver atau pelaku rawat lansia apabila kita membutuhkan tenaga tambahan untuk merawat dan mendampingi orangtua atau sanak saudara yang telah sepuh selama di perjalanan," katanya.

Infografik mudik bersama lansia. (Dok. RSPI)
Infografik mudik bersama lansia. (Dok. RSPI)

Kondisi fisik yang tak sebugar dulu juga membuat lansia rentan terkena penyakit atau mengalami keletihan di perjalanan. Oleh karena itu, kata Purwita, susun rencana yang mencakup kapan dan di mana tempat untuk transit dan beristirahat, termasuk keberadaan fasilitas tempat makan, toilet, dan penginapan yang ramah lansia, serta informasi lokasi fasilitas kesehatan di rute perjalanan yang dilewati.

"Selain itu, duduk lama selama perjalanan dapat meningkatkan risiko timbulnya gumpalan di dalam pembuluh darah balik atau trombosis vena dalam yang dapat bersifat fatal. Jadi, ingatkan orangtua atau para sesepuh untuk secara berkala menggerakkan kedua sendi pergelangan kaki," tambah Purwita.

Jika memungkinkan dan jika sesuai dengan kemampuan lansia serta moda transportasi yang dipilih, coba dampingi mereka untuk melakukan peregangan tubuh, berdiri dan berjalan setiap beberapa jam sekali agar sirkulasi darah tetap lancar dan sendi-sendi tak menjadi kaku.

"Jangan lupa ajak orangtua kita berkonsultasi ke dokter sebelum mudik dan persiapkan obat-obatan rutin yang harus mereka konsumsi selama di perjalanan, serta alat bantu dan alat kesehatan penunjang lainnya. Perhatikan dosis dan frekuensi obat, serta cara penyimpanan obat yang baik dan benar. Boleh juga membawa dosis obat-obatan rutin lebih banyak dibandingkan lamanya perjalanan yang direncanakan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ternyata mereka ingin tinggal lebih lama di kampung halaman," tutupnya.

Infografik mudik bersama lansia. (Dok. RSPI)
Infografik mudik bersama lansia. (Dok. RSPI)

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS