Hadapi Swedia, Italia Waspadai Tiga Pemain Ini

Rizki Nurmansyah
Hadapi Swedia, Italia Waspadai Tiga Pemain Ini
Striker tim nasional Swedia, Zlatan Ibrahimovic, jadi salah satu sosok yang diwaspadai barisan pertahanan Italia saat kedua negara bertemu di Grup E malam ini [Reuters/Stephane Mahe]

Butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke fase berikutnya.

Suara.com - Hasil positif yang didapat di laga pembuka Grup E Piala Eropa 2016 tak membuat para penggawa tim nasional Italia jemawa. Kini, mereka bersiap hadapi Swedia di Stadium Municipal, Tolouse, Prancis, Jumat (17/6/2016).

Tekanan lebih besar berada di pundak pemain Swedia kendati Italia jadi salah satu favorit juara event empat tahunan itu. Hal itu menyusul hasil seri 1-1 yang diraih Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan saat hadapi Irlandia, 13 Juni lalu.

Sebaliknya, Italia raih poin penuh di laga pembuka saat menang atas Belgia, 2-0. Hasil itu membuat pasukan Antonio Conte ini hanya butuh satu kemenangan untuk lolos ke babak knockout.

Meski tinggal selangkah lagi lolos, namun Conte tidak mau terlalu sesumbar akan mencari kekurangan kemenangan itu saat menghadapi Swedia. Baginya, pagelaran Piala Eropa 2016 telah membuktikan bahwa tidak ada tim yang mudah dikalahkan.

"Kami sudah dekat dengan misi pertama, yakni lolos ke 16 Besar. Kami harus fokus dan bersiap hadapi pertandingan melawan Swedia dan meraih kemenangan," kata Conte, 46 tahun.

"Sejujurnya kami melihat laga melawan Swedia akan ketat dan kalian juga bisa lihat setiap pertandingan di Euro ini sangat sulit--contohnya Prancis yang baru memastikan kemenangan di akhir-akhir pertandingan," lanjutnya.

Di sisi lain, Conte mengungkapkan timnya tidak hanya berfokus pada Ibrahimovic seorang pada pertandingan nanti. Ada beberapa pemain Swedia lainnya yang juga bisa membahayakan gawang Tim Azzurri yang kemungkinan besar akan dikawal lagi oleh Gianluigi Buffon.

"Kami harus menyerang Swedia sebagai sebuah tim. Untuk pertahanan, masalahnya bukan hanya pada Ibrahimovic, tapi kemungkinan juga (Emil) Forsberg dan (John) Guidetti," jelas pelatih yang setelah Piala Eropa 2016 akan tangani Chelsea ini.

Sementara itu, pelatih Swedia, Erik Hamren, mengatakan kunci kalahkan Italia yang kuat dalam bertahan dan menyerang adalah efektivitas. Hamren melihat akan sangat sulit untuk membuat kans gol melawan Italia karena pertahanannya yang begitu rapat.

"Kami harus sangat efektif. Kami mungkin enggak punya banyak kans cetak gol. Jadi, kami harus maksimalkan apa yang kami dapat. Kami berharap Italia akan menguasai pertandingan. Lalu, kami akan lancarkan serangan balik yang cepat," ujar Hamren. (UEFA)