00 : 00 : 00
JAKARTA & SEKITARNYA

Beda dengan Iduladha, Ini Bunyi Takbir Idulfitri

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Ilustrasi lebaran. (Shutterstock)
Ilustrasi lebaran. (Shutterstock)

Tahukah Anda bahwa takbir Hari Raya Idulfitri dan Iduladha itu berbeda?

Suara.com - Beda dengan Iduladha, Ini Bunyi Takbir Idulfitri

Takbir merupakan salah satu amalan yang disunnahkan untuk menyemarakkan malam hari raya. Takbir juga dicontohkan Rasulullah saat merayakan hari kemenangan.

Tapi tahukah Anda bahwa takbir Hari Raya Idulfitri dan Iduladha itu berbeda?

Merujuk laman NU Online, Sabtu (23/5/2020) Syekh Abu Abdillah Muhammad ibnu Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan bahwa takbir hari raya Id terbagi dalam dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu salat, atau tidak harus dibaca saat menjalankan ibadah salat fardu dan sunah. Takbir mursal ini bisa dibaca di manapun dan dalam keadaan apapun.

Waktu menjalankan takbir mursal dari terbenamnya matahari malam Idulfitri hingga sebelum dan sesudah salat ied.

Sedangkan takbir muqayyad yang dijalankan dalam waktu khusus untuk mengurangi salat fardu maupun sunnah. Waktu takbirnya setelah salat subuh hari Arafah pada 9 Dzulhijjah, hingga ashar akhir hari Tasyriq pada 13 Dzulhijjah.

Oleh karena itu, takbir malam hari raya Idulfitri dinamakan takbir mursal. Sedangkan takbir yang dilantunkan pada hari raya Iduladha disebut takbir muqayyad.

Takbir ini dilakukan selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Dzulhijjah pada setiap usai salat, baik salat wajib ataupun sunah. 

Berikut ini adalah lafal takbir yang dianjurkan untuk dibaca pada malam dan hari raya id. Takbir dilafalkan sebanyak tiga kali sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab:

Allhu akbar, Allhu akbar, Allhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”

Selain tiga takbir ini, kita menambahkannya dengan zikir sebagai berikut sebagaimana zikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:

Allhu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na‘budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.

Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Adapun lafal takbir yang sering dibaca masyarakat sebagai berikut tidak masalah. Lafal takbir itu cukup baik untuk dibaca.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allhu akbar. La ilaha illallahu wallhu akbar. Allhu akbar wa lillahil hamdu.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Imam An-Nawawi menjelaskan sifat takbir pada malam dan hari raya. Imam An-Nawawi menyebut tiga takbir berturut-turut yang dikutip dari Imam As-Syafi‘i dan ulama syafiiyah:

Artinya, “Sifat takbir yang dianjurkan, 'Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.' Ini (takbir 3 kali) yang masyhur dari nash Imam As-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm, Al-Mukhtashar, dan selain keduanya. Sifat ini yang dipegang ulama ashab,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 42).

Adapun berikut ini adalah penjelasan Imam An-Nawawi terkait lafal takbir yang lazim dibaca oleh masyarakat

Artinya, “Penulis Kitab As-Syamil mengatakan, lafal takbir yang dibaca masyarakat selama ini tidak masalah, yaitu ‘Allhu akbar, Allhu akbar, Allhu akbar. L ilha illallhu wallhu akbar. Allhu akbar wa lillhil hamdu,'” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: V/42-43).

Sebagian ulama mazhab As-Syafi’i menambahkan lafal takbir berdasarkan pandangan Imam As-Syafi’i pada qaul qadim:

Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, Allahu akbar ‘ala ma hadana, wal hamdu lilahi ‘ala ma awlana wa ablana.

Artinya, “Allah maha besar, segala puji yang banyak bagi Allah. Allah maha besar atas hidayah-Nya kepada kita. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan ujian-Nya untuk kita.” Wallahu a’lam.

Artikel ini telah tayang di NU Online dengan judul: Ini Lafal Lengkap Takbir pada Malam dan Hari Raya Id di tulis oleh Alhafiz Kurniawan.

Dari Redaksi:
Artikel ini tersaji di microsite khusus Ramadan Suara.com, yang selain memuat beragam konten menarik terkait Ramadhan 1441 H, kali ini juga menghadirkan beberapa fitur spesial. Ada fitur Kalkulator Zakat bagi yang butuh menghitung zakatnya, menu Tadarus lengkap dengan tulisan dan suara untuk yang ingin mengaji atau baca Al Quran online, dan tentu ada Jadwal Imsakiyah untuk yang ingin mengetahui waktu Imsak, berbuka, maupun waktu salat.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS