DPR Dorong Provider Swasta Fokus pada Layanan Masyarakat

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
DPR Dorong Provider Swasta Fokus pada Layanan Masyarakat
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Arya Bima, Jakarta, pada Senin (11/5/2020). (Dok : DPR).

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kegaduhan akibat matinya layanan, seperti kasus yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Arya Bima berujar, di masa pandemi ini, bisnis jasa telekomunikasi terus berkembang pesat karena adanya perubahan perilaku komunikasi masyarakat. Ia meminta perusahaan telekomunikasi swasta agar lebih fokus memperhatikan masyarakat terdampak dengan memberi pelayanan secara luas.

Hal tersebut ia nyatakan ketika memimpin rapat Komisi VI DPR RI dengan Presiden Direktur PT. XL Axiata dan Direktur PT. Indosat secara virtual, Senin (11/5/2020).

Arya berharap, perusahaan-perusahaan swasta ini tidak terus fokus mengejar keuntungan korporasi tapi lebih memberikan benefit kepada masyarakat.

“Hal tersebut kita undang penting, karena perusahaan-perusahaan ini juga memiliki basis pelanggan yang besar di Indonesia, dan kami percaya bahwa perusahaan-perusahaan telekomunikasi saat ini bisa memerankan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya melihat secara benefit korporasi, tapi lebih benefit kepada kepentingan masyarakat yang lebih luas di dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19 ini,“ terang Arya.

Baca Juga: DPR Terus Kawal Belanja Negara untuk Penanganan Covid-19

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini pun mengaku akan terus mengamati pergerakan perusahaan jasa telekomunikasi baik nasional maupun swasta dalam memberi keuntungan pada negara.

“Ini yang terus akan kita amati baik itu perusahaan-perusahaan BUMN maupun perusahaan private yang tentunya sudah go public seperti halnya Indosat dan XL ini,” tambahnya.

Selain itu, diharapkan dengan terjadinya perubahan perilaku berkomunikasi, para provider swasta ini dapat melakukan maintenance secara menyeluruh setiap hari selama 24 jam terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kegaduhan akibat matinya layanan, seperti kasus yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

“Dijaga towernya, server, juga kabelnya. Ini penting sekali karena jangan sampai situasi pandemi ini nanti akan berdampak yang lebih fatal lagi atau lebih berdampak secara sosial dan mungkin juga secara politik karena adanya infrastruktur telekomunikasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat terjadi kerusakan,” tukas Arya.

Baca Juga: Ini Alasan Banggar DPR Usul Agar BI Cetak Uang Baru di Tengah Pandemi


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI