alexametrics

Gus Ami: Berikan Perlindungan Optimal Kepada Pekerja Migran Indonesia

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)
Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Koordinasi dengan Pemda terkait kepulangan pekerja migran sangat penting.

Suara.com - Dalam dua bulan ini, Juni-Juli, sebanyak 7.300 PMI (Pekerja Migran Indonesia) direncanakan akan pulang ke Tanah Air. Mereka rata-rata adalah PMI yang masa habis kontraknya. Terkait hal itu, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif agar para pekerja migran tersebut mendapat perlindungan secara optimal.

Menurut Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar, pemerintah perlu melakukan kordinasi yang matang terhadap rencana kepulangan PMI. “7.300 itu jumlah yang sangat banyak. Apapun kondisi mereka, mereka adalah pahlawan-pahlawan devisi. Berikan perlindungan optimal kepada para PMI”, tegas Gus Ami, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, dalam keterangan tertulisnya (2/6/2021).

Bagi Ketua Umum DPP PKB ini, kolaborasi seluruh stakeholder mutlak diperlukan agar penangan terhadap PMI bisa optimal, terutama bagi kelompok rentan, yakni orang tua, perempuan, anak-anak, dan mereka yang sakit.

“saya kira rencana kepulangan 7.300 PMI harus diantisipasi dengan baik. Seluruh anggaran, SDM, ketersediaan APD terkait prokes, pembiayaan bagi mereka yang sakit, harus dikonsolidasikan dan dikordinasikan antar seluruh stakeholder”, imbuh Gus Ami.

Baca Juga: Tinjau Kepulangan Pekerja Migran, BPJamsostek Serahkan Bantuan Multivitamin

Lebih lanjut Muhaimin Iskandar menekankan, bahwa yang terpenting menghadapi rencana kepulangan PMI tersebut adalah melakukan koordinasi dengn otoritas Malaysia untuk memperoleh data lengkap PMI, termasuk tak kalah pentingnya berkordinasi dengan Pemda-Pemda daerah asal PMI.

Langkah-langkah kerja konkrit dalam memberikan perlindungan optimal terhadap PMI harus dilakukan, mulai dari soal protokol kesehatan yang harus ketat, pendampingan terhadap PMI, menyelesaikan pengaduan yang mereka sampaikan, serta pada ujungnya pemberdayaan pasca mereka sampai daerah tujuan.

"Prinsipnya, semua langkah taktis dan strategis harus dilakukan untuk memberikan pelayan optimal. Pendataan yang jelas kepada PMI, kordinasikan dengan dinas terkait, lakukan pemberdayaan melalui program Desa Migran Produktif, dan berikan bantuan pemberdayaan memlaui program-program inkubasi bisnis”, jelas Gus Ami.

Secara teknis Gus Ami menghimbau guna mengantisipasi hal-hal negative yang mungkin timbul, dengan jumlah PMI yang begitu banyak, maka penting untuk memecah titik-titik kepulangan debarkasi. Tidak boleh terkonsentrasi di satu titik. Selama ini misalnya hanya di Tanjung Pinang. Harus mulai dipecah. Selain itu, penyediaan moda transportasi oleh pemerintah harus dilakukan, terutama untuk melakukan penjemputan langsung.

“Buka jalur-jalur kedatangan baru, baik laut maupun udara, untuk mencegah terjadinya penumpukan dijalur-jalur yang selama ini ada”, pungkas Gus Ami.

Baca Juga: 23 Pekerja Migran Asal Ponorogo Positif Covid-19, Dinkes: Bukan Virus Varian Baru


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI