facebook

Bertemu Ketua Parlemen Austria dan Vietnam, Puan Maharani Bahas Penanganan Covid-19

Fabiola Febrinastri
Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (Dok: DPR)
Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Puan juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam.

Suara.com - Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Austria dan Ketua Parlemen Vietnam. Puan berbicara mengenai kerja sama vaksin dan penanganan Covid-19. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Puan mendapat pertanyaan mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Tak hanya soal penanganan Covid-19, tapi juga dampak terhadap ekonomi negara.

"Pandemi Covid-19 cukup berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 dan 2021. Berbagai sektor perekonomian juga ikut terkena dampak negatif, termasuk pariwisata Indonesia,” ujar Puan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Parlemen Austria di Wina, Selasa (7/9/2021).

Politisi PDI-Perjuangan itu mengungkap DPR RI dan pemerintah Indonesia menyepakati memperbesar defisit APBN di tahun 2022 menjadi lebih dari 3 persen, mengingat pandemi Covid-19 diprediksi masih akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Puan juga menjelaskan langkah upaya Indonesia dalam menurunkan tingkat kasus positif Covid-19.

Baca Juga: Belum Kirim LHKPN karena Staf WFH dan Pandemi, Formappi: Ngeles Paling Tak Cerdas dari DPR

"Seperti mendorong masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan '5 M' yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pemerintah kami juga terus menggalakkan '3 T' yaitu testing, tracing, dan treatment, serta menggencarkan vaksinasi secara massal,” jelas Puan di sela-sela menghadiri Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) di Austria.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menyampaikan kepada Presiden Parlemen Austria bagaimana kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berhasil menekan lonjakan kasus Covid-19. Puan menyatakan, keberhasilan tersebut berkat keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Puan menekankan DPR RI bersama pemerintah Indonesia berperan besar termasuk dalam menyusun anggaran penanganan pandemi Covid-19. Tak kalah pentingnya, Puan menyampaikan perlunya akses vaksin yang adil dan merata bagi semua orang. Untuk itu, produksi vaksin harus semakin ditingkatkan dan perlu adanya alih teknologi negara maju bagi negara berkembang.

Di sisi lain, Presiden Parlemen Austria juga menyinggung mengenai rencana perpindahan Ibu Kota Negara Indonesia dan cara meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Kemudian penanganan hate speech, cyber attack, dan polarisasi akibat media sosial yang menurut Puan dapat diselesaikan apabila seluruh masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Indonesia memiliki dasar negara Pancasila yang dapat menyatukan perbedaan suku, agama, ras yang sangat beragam di Indonesia. Pancasila merupakan dasar negara yang disepakati bangsa Indonesia, sehingga dapat menyatukan perbedaan,” tutur perempuan Pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Baca Juga: DPR Minta Bareskrim Usut Kebakaran Maut Lapas Tangerang: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi!

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Parlemen Austria mengundang Puan bersama delegasi DPR RI untuk berkunjung resmi ke Austria. Puan juga turut mengundang langsung Presiden Parlemen Austria untuk menghadiri IPU General Assembly di Bali pada 20-24 MAret 2022.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI