RUU Penyiaran Harus Bisa Menjawab Tantangan Iklim Penyiaran yang Berkembang Pesat

Fabiola Febrinastri
RUU Penyiaran Harus Bisa Menjawab Tantangan Iklim Penyiaran yang Berkembang Pesat
Anggota Komisi I DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri. (Dok: DPR)

Kurangnya infrastruktur penyiaran di Maluku Utara menjadi tantangan yang harus dijawab.

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri menjelaskan, yang perlu diperhatikan terkait RUU Penyiaran adalah keberanian dan keberpihakan pemerintah untuk dapat memberikan informasi dan penyiaran yang layak dan baik juga iklim penyiaran yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Harapan saya, UU Penyiaran mampu merangkum ataupun menjadi fondasi yang kuat untuk menumbuhkan iklim penyiaran yang sehat,"katanya kepada Parlementaria di Ternate, Maluku Utara, Jumat (10/6/2022).

Irine melanjutkan, berdasarkan masukan dan aspirasi yang didapat di RRI TVRI Ternate, terdapat keluhan dari stasiun swasta lokal, dimana mereka mengaku susah untuk berkompetisi dengan televisi nasional.

"Ini harus diatur secara spesifik, secara terang-terangan pengaturannya, supaya konsep berkeadilan nyata di dalam UU Penyiaran," tandasnya.

Baca Juga: Meski Banyak Tantangan, Sri Mulyani Optimis Ekonomi 2023 Jauh Lebih Mentereng

Irine juga mengungkapkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan RUU Penyiaran, yang menurutnya adalah menjadi ajang tantangan bagi pemerintah untuk dapat memberikan pelayanan terbaik di bidang informasi dan memberikan keberpihakan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di Indonesia Timur, mengingat kendala yang dialami masyarakat di Maluku Utara adalah minimnya  infrastruktur.

"Kurangnya infrastruktur penyiaran di Maluku Utara menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah,"katanya.

Terkait pengamatan terkait konten budaya bahasa lokal yang sudah mulai menghilang di Maluku Utara, Irine berpendapat, saat ini tantangannya bukan lagi berapa persen konten lokal yang dibuat, melainkan bagaimana mengajak seluruh elemen masyarakat membentuk sense of belonging terhadap seluruh konten lokal yang dibuat oleh Lembaga Penyiaran Publik.

Sementara, anggota Komisi I DPR RU Junico BP Siahaan berpendapat, tidak berkembangnya program atau konten yang dimiliki RRI TVRI adalah karena mindset para pemimpin Lembaga Penyiaran tersebut. Para Pemimpin LPP TVRI maupun RRI harus mampu mencari cara untuk terus berinovasi di tengah keterbatasan.

Baca Juga: Harga Tiket Mahal, Kader PDIP Khawatir Hanya Orang Kaya yang Bisa Masuk Borobudur


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI