Jangan Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Saat Bulan Puasa

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Jangan Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Saat Bulan Puasa
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XII, di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jumat, (20/02/2026) (Dok: DPR/Upi/Karisma)

Juga disampaikan kelompok rentan seperti para pengungsi membutuhkan perhatian ekstra.

Suara.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, meminta PT PLN (Persero) UID Jawa Barat untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Permintaan ini disampaikannya dalam agenda pengawasan langsung implementasi program elektrifikasi nasional di Jawa Barat.

Irsan, yang baru saja kembali meninjau penanganan pascabencana di Daerah Pemilihannya (Dapil) Aceh II, menekankan bahwa kelompok rentan seperti para pengungsi membutuhkan perhatian ekstra.

"Saya sudah berbicara langsung kepada pihak PLN di daerah agar jangan sampai ada pemadaman selama bulan Ramadan ini. Terutama bagi masyarakat korban bencana yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, mereka harus tetap mendapat support listrik yang memadai," ujar Irsan kepada Parlementaria di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jumat, (20/02/2026).

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah, seperti bantuan genset darurat dari Kementerian ESDM yang telah didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak. "Bantuan dari Kementerian ESDM sudah mereka dapati. Harapan kita bersama, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, para pengungsi tetap mendapatkan aliran listrik agar ibadah mereka berjalan lancar tanpa kendala pemadaman," katanya

Baca Juga: Berbuka Bercanda, dan Suara Kebaikan Dalam #DariSuaraTurunKeHati

Wajib Sejahterakan Warga

Dalam kesempatan yang sama, Irsan turut mengomentari potensi energi panas bumi (geothermal) Jawa Barat yang sangat melimpah dan menjadi andalan dalam transisi energi nasional. Namun ia juga mengingatkan agar proses eksplorasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya melibatkan perusahaan yang benar-benar kompeten.

"Geotermal ini adalah energi bersih, tetapi biaya eksplorasinya sangat mahal dan risikonya tinggi, mirip seperti mengeksplorasi minyak. Kita sudah melihat ada perusahaan seperti Star Energy Geothermal yang sudah membuktikan produksinya dan bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, jika ada perusahaan lain yang ingin menggali potensi geothermal, mereka harus kompetitif dan sejalan dengan rencana transmisi yang disediakan oleh PLN," ungkap Irsan.

Politisi fraksi Partai NasDem, ini memperingatkan agar proyek eksplorasi tidak diberikan kepada perusahaan yang hanya bermodal "coba-coba", karena kegagalan eksplorasi hanya akan berujung sia-sia. Selain kompetensi teknis, Irsan juga sangat menekankan pentingnya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

"Perusahaan tidak mungkin bisa beroperasi sendirian tanpa masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan dan merasakan langsung manfaatnya. Program CSR sangat diperlukan, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat sekaligus menjaga kelestarian alam," tegasnya. *** 

Baca Juga: Sambut Ramadan, Yuk Tularkan Segala Kebaikannya di Communitimes #DariSuaraTurunKeHati


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI