Anggota DPR Sayangkan Berkurangnya Keterwakilan Perempuan
Padahal di sejumlah pembahasan, legislator perempuan dinilai lebih vokal dibanding laki-laki.
Suara.com - Anggota DPR RI dari F-PPP, Okky Asokawati, mengatakan bahwa keterwakilan perempuan di DPR pada periode 2014-2019 ini turun jika dibandingkan periode sebelumnya.
"Pada periode sebelumnya, jumlah perempuan yang menjadi anggota DPR RI mencapai 117 orang. Tapi sekarang hanya 97 orang," katanya, saat mengikuti Seminar Nasional Pilar Kebangsaan bertema "Peran Masyarakat Agama dalam Menjaga Kebhinekaan Indonesia", di Pandeglang, Minggu (31/5/2015).
Padahal seharusnya, menurut Okky pula, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, baik pusat maupun daerah, perlu ditingkatkan. Apalagi lantaran perempuan, menurutnya memiliki empati lebih tinggi terhadap berbagai permasalahan dan kepentingan masyarakat. Buktinya, pada banyak permasalahan, anggota DPR dari kalangan perempuan lebih vokal dibandingkan laki-laki.
"Saat pembahasan BPJS Kesehatan, anggota legislatif dari kalangan perempuan yang lebih aktif memperjuangkan program tersebut," ungkap Okky pula.
Begitu pun ketika muncul kasus beras plastik yang sampai sekarang masih menjadi pembicaraan masyarakat, anggota dewan dari kalangan perempuan, menurut Okky, juga begitu peduli dan meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah itu.
Untuk itu, Okky pun berharap, ke depan akan lebih banyak lagi perempuan yang menjadi anggota legislatif, baik di pusat maupun di daerah. Harapannya, agar berbagai kepentingan masyarakat bisa diperjuangkan, karena empati kalangan perempuan yang tinggi terhadap rakyat.
"Dalam sesi tanya jawab tadi juga ada keinginan dari masyarakat, agar perempuan bisa maju dalam berbagai hal, termasuk (di lembaga) legislatif dan pemilihan kepala daerah. Alasannya hanya satu, karena dirasakan lebih berempati," ujar anggota Komisi IX DPR itu.
Okky sendiri mengaku, dirinya juga akan terus memperjuangkan berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
"Kebetulan saya di Komisi IX yang banyak mengurusi hal berkaitan dengan masyarakat, seperti kesehatan, Keluarga Berencana, serta penempatan dan perlindungan TKI. Saya terus memperjuangkan hak masyarakat itu," ujarnya. [Antara]
