Komisi IX Minta Dana Kemenkes Dikelola Lebih Tepat Guna
Sejumlah target Kemenkes pun diminta untuk lebih ditingkatkan lagi.
Suara.com - Pada Kamis (4/6/2015) siang sekitar pukul 14.00 WIB, Komisi IX DPR RI kembali mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek beserta jajarannya.
Dalam rapat ini, Menkes Nila memaparkan beberapa hal terkait alokasi dana kesehatan selama ini. Menurut Menkes, Indonesia sejauh ini masih sangat kurang dalam pengadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terakreditasi.
Di bagian lain, Nila juga menargetkan bahwa angka kematian ibu saat melahirkan dapat ditekan dari 359 orang di tahun 2014, menjadi setidaknya 306 orang per 100.000 kelahiran pada tahun 2019.
Merespons pernyataan itu, salah satu anggota Komisi IX, Ketut Sustiawan dari F-PDI Perjuangan, meminta kepada Menkes agar dapat lebih menekan lagi angka kematian ibu saat melahirkan. Alasannya, Ketut merasa bahwa target penurunan yang sudah disampaikan itu belum terlalu signifikan.
Sementara terkait soal permintaan tambahan anggaran kesehatan yang diajukan Menkes, Gatot Sudjito dari Fraksi Partai Golkar, mengisyaratkan bahwa permintaan itu bisa saja dipenuhi. Namun dia meminta agar anggaran yang kelak akan disetujui itu dapat dikelola Kemenkes secara lebih tepat guna dan tepat sasaran.
Sependapat dengan Gatot, Ketua Komisi IX, Dede Yusuf, pun melontarkan ungkapan senada. Dede bahkan menyebut bahwa tidak ada negara di dunia ini yang bangkrut karena menaikkan dana untuk kesehatan, meski ada negara yang bangkrut karena menggaji para pegawainya.
"Jadi, Komisi IX bukan tidak setuju dengan pemaparan Kemenkes mengenai dana kesehatan, namun kami ingin agar Kemenkes dapat lebih detail mengenai alokasi dana tersebut," tambah Dede.
Salah seorang anggota Komisi IX lainnya, Roberth Rouw dari Fraksi Partai Gerindra, lantas mengajukan untuk dilakukannya pembentukan Panitia Kerja (Panja). Tujuannya menurutnya adalah agar dapat lebih mudah memfasilitasi keinginan Kemenkes dengan DPR. [Tri Setyo]
