DPR Dukung Target Pemerintah Datangkan 20 Juta Turis Mancanegara
Pariwisata Indonesia terus tumbuh, bahkan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan wisata dunia.
Suara.com - Komisi X DPR RI menyatakan mendukung kesiapan pemerintah yang menargetkan 20 juta turis atau wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Indonesia pada tahun 2019. Adapun target itu sendiri diharapkan datang dari tiga daerah yaitu Jakarta, Bali dan Batam, yang menjadi lokasi utama tujuan wisman.
Sehubungan dengan itu, Komisi X DPR sendiri baru-baru ini telah melakukan kunjungan kerja ke Kepulaan Riau (Kepri). Di sana para legislator melihat langsung bahwa Kepri sudah sangat siap dalam menjalankan program pemerintah tersebut. Komisi X pun telah mendengar pemaparan Gubernur Kepri, serta menyaksikan bahwa di daerah ini hotel sudah cukup banyak, selain juga terdapat dua bandara berkategori internasional.
Sebagaimana dilansir laman resmi DPR RI, Senin (8/6/2015), Wakil Ketua Komisi X DPR, Nuroji menyatakan, pihaknya yakin program pemerintah itu bisa terwujud. Namun, Nuroji juga menuturkan bahwa berdasarkan paparan Gubernur Kepri, disebutkan ada beberapa kendala, di antaranya masalah Keppres 180 tentang kunjungan kapal asing ke Indonesia yang belum terealisasi dan terimplementasi dengan baik.
Sedangkan masalah visa yang dibebaskan untuk para wisman, Nuroji memandangnya sangat baik dalam mendukung program pemerintah mendorong jumlah wisman ke Indonesia. Namun terkait pengamanan ketika wisman datang ke Indonesia yang masih harus melewati tiga instansi, disarankan agar bisa dibuat satu pintu (imigrasi) saja untuk mempermudahnya.
Politisi dari Partai Gerindra ini pun menyebut bahwa pada 2014, Indonesia mencatatkan angka kunjungan wisman sebanyak 9.435.411. Angka ini tercatat tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun 2013 yang sebanyak 8.802.129 wisman. Dengan angka pertumbuhan tersebut, Nuroji mengatakan bahwa industri pariwisata Indonesia sudah terus tumbuh, bahkan lebih tinggi dari angka rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia yang sebesar 4,7 persen.
Pimpinan Komisi X ini pun berharap, perbaikan infrastruktur akan dapat mendongkrak daya saing pariwisata Indonesia di tataran global. Pemerintah juga dinilai perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, menyiapkan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology), hingga mempermudah akses dan konektivitas ke daerah-daerah tujuan wisata.
