Kemenperin Dinilai Masih Belum Mampu Tumbuhkan Industri Nasional

Arsito Hidayatullah
Kemenperin Dinilai Masih Belum Mampu Tumbuhkan Industri Nasional
Suasana raker Komisi VI dengan Kemenperin, Selasa (9/6/2015), di Gedung DPR. [DPR RI]

Banyak industri kecil menengah di daerah yang dinilai luput dari perhatian Kemenperin.

Suara.com - Kinerja Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dinilai masih lemah dalam menumbuhkan industri nasional. Lebih dari itu, pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) juga dinilai belum optimal. Apalagi, impor bahan baku industri masih sangat tinggi, sehingga menyulitkan pertumbuhan industri nasional.

Demikian antara lain penilaian dari salah satu anggota Komisi VI DPR, Siti Mukaromah dari Dapil Jateng VIII, di sela-sela rapat kerja (raker) dengan Menperin Saleh Husin, Selasa (9/6/2015).

"Saya lihat dari laporan yang disampaikan sangat kurang. Baru sekitar 15 persen yang sudah dikerjakan Kemenperin. Artinya, masih terlalu jauh dan berat. Ini tentu harus digenjot, agar perindustrian benar-benar melakukan kinerja secara lebih baik dan maksimal," ujar Mukaromah, seperti dilansir laman DPR RI.

Mukaromah pun menurutkan bahwa di daerah-daerah, banyak sekali sentra IKM yang perlu diberdayakan. Ini menjadi tanggung jawab Kemenperin, agar IKM tersebut menghasilkan produk unggulan.

Mukaromah mencontohkan, di dapilnya misalnya, ada sentra industri gula semut (palm sugar) yang mutunya sangat baik dibanding produk-produk impor. Ini menurutnya mungkin luput dari perhatian Kemenperin. Padahal bila dikelola dengan baik, gula semut tersebut bisa terus ditingkatkan ekspornya.

"Di dapil saya, banyak produk gula semut. Itu kualitasnya sudah ekspor, dan tertinggi dari beberapa negara yang mempunyai produk unggulan gula semut. Nah, sekarang bagaimana kita mengoptimalkan produk tersebut untuk ditingkatkan ekspornya," ungkap politisi PKB tersebut.