Hadapi Lebaran, Perlu Rekayasa Lalu Lintas Tersistematis
Selama ini, aparat berwenang diketahui kerap hanya memindahkan jalur yang padat ke jalur alternatif.
Suara.com - Dalam menghadapi momentum Lebaran tahun 2015 ini, pemerintah diminta melakukan rekayasa lalu lintas dan traffic management yang tersistematis. Tujuannya, agar tidak terulang lagi kemacetan yang luar biasa antara lain di jalur jalan Pantura.
"Sampai sekarang, kita tidak pernah melakukan rekayasa lalu lintas. Padahal rekayasa lalu lintas ini menjadi salah satu alternatif mengatasi kemacetan," ungkap Ketua Komisi V DPR, Fary Djemy Francis, dalam rapat kerja (Raker) DPR dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan, di Gedung Nusantara, Rabu (24/6/2015) sore.
Selama ini, lanjut Fary, kepolisian diketahui hanya memindahkan jalur yang padat ke jalur alternatif.
"Pada tahun 2007, saya pernah merasakan terjebak dan tidak bergerak saat arus mudik, karena adanya pengalihan (arus lalu lintas) Korlantas yang salah," paparnya lagi, sebagaimana dilansir laman DPR RI.
Menurut Fary, persoalan traffic management sangat diperlukan dalam menghadapi kemacetan menyambut Lebaran nanti.
"Misalnya saja, polisi di lapangan tidak pernah menegur mobil yang melampaui batas kecepatan di tol. Karena tol itu didesain ada kecepatan minimal dan maksimalnya," tandasnya.
Fary menambahkan bahwa tol Cipali misalnya, jika tidak diatur traffic management-nya, itu hanya akan memindahkan kemacetan di Pantura ke jalur tersebut.
"Pengelola jalan kerap tidak mencantumkan di pintu gerbang rambu-rambu lalu lintasnya. Artinya, tol belum selesai 100 persen," paparnya.
