Protokol Bersama Parlemen se-Asia Harus Bisa Dihasilkan
Sebagai tuan rumah, Indonesia juga harus mengambil keuntungan dari pertemuan ini.
Suara.com - Protokol bersama yang menguatkan dan saling membantu di antara para anggota Asian Parliamentary Assembly (APA) harus bisa dihasilkan dalam pertemuan parlemen yang tergabung dalam APA 19-20 Agustus mendatang. Ini penting untuk meningkatkan kerja sama ekonomi atarnegara Asia.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Teguh Juwarno mengatakan, DPR RI akan menjadi tuan rumah perhelatan sidang Asian Parliamentary Assembly Standing Committee on Economic and Sustainable Development Affairs. Dengan pertemuan ini diharapkan ada protokol bersama yang dihasilkan untuk menumbuhkan ekonomi Asia ke level yang lebih baik. Sebagai tuan rumah, Indonesia juga harus mengambil keuntungan dari pertemuan ini.
“Masih banyak PR pembangunan yang belum diselesaikan. Tentu banyak aspeknya. Dari sisi parlemen, kita mendorong legislasi di negara-negara anggota APA untuk meratifikasi legislasi yang sudah disepakati negara-negara Asia. Dengan ratifikasi itu, kita mendorang pencapaian sustainable development goals bisa lebih cepat,” harap Teguh, pada Kamis malam (25/6).
Yang juga penting, lanjut politisi PAN ini, Indonesia selalu dianggap sebagai negara dengan situasi perekonomian yang tidak mapan dan labil. Mudah dipermainkan oleh para spekulan. Dengan penyelenggaraan APA ini, Indonesia bisa mendesak di forum tersebut untuk membantu Indonesia dan negara-negara Asia lainnya bila sedang menghadapi krisis ekonomi.
“Kerja sama ekonomi lebih ditujukan ke bilateral. Indonesia adalah salah satu pemain penting di Asia ini. Ketika ada persoalan dengan Indonesia pasti akan merambah ke nagara-negara lain di sekitarnya. Di sinilah pentingnya protokol untuk mengantisipasi keaadaan krisis.
