Anggota BKSAP DPR: Kabut Asap Force Majeur
Ia memastikan bahwa kabut asap terjadi akibat musim kemarau yang sangat panas di Indonesia.
Suara.com - Anggota BKSAP DPR Hamdhani menyatakan bencana kabut asap akibat terbakarnya lahan dan hutan di beberapa daerah di Indonesia merupakan keadaan yang tidak terduga (force majeur).
Hal tersebut disampaikan anggota Delegasi Parlemen Indonesia dari Fraksi Nasdem Hamdani kepada media di sela-sela pembukaan Sidang Umum ke 36 AIPA di Kualalumpur, Malaysia.
“Tidak ada unsur kesengajaan dari negara maupun masyarakat kami untuk membakar lahan, ini merupakan force majeur,” kata Hamdani.
Ia memastikan bahwa kabut asap terjadi akibat musim kemarau yang sangat panas di Indonesia.
”Kami di DPR sudah menyampaikan kepada Pemerintah untuk mengantisipasi masalah asap yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia, terutama di titik-titik yang paling tinggi di Jambi, Riau serta Kalimantan,” kata Hamdhani.
Di Kalimantan, tambah Hamdani, sekarang ini banyak titik-titik api. Di dalam musim kemarau yang tinggi di Kalimantan dan daerah-daerah lain di Indonesia sekarang ini spot api cukup tinggi, dimana hal ini menimbulkan kebakaran lahan gambut, bahkan flat-flat tanah itu hingga mencapai kedalaman 30 sentimeter sehingga sulit untuk dipadamkan.
“Jadi tidak ada unsur kesengajaan dari kami, kami sudah melakukan tindakan yang sangat delegatif untuk menangani kebakaran ini,” katanya.
Ketika ditanya mengapa pemerintah Indonesia tidak menandatangani agreement mengenai asap ini, Hamdhani menyatakan, sebenarnya pemerintah bisa saja menandatangani agreement terkait kabut ini.
Namun, tukasnya, perlu dilakukan pembicaraan dengan beberapa kementerian terkait. Karena masalah ini melibatkan beberapa kementerian yang ada di Indonesia.
“Pemerintah kita menjaga agar hal ini tidak terulang lagi, tapi hal ini setiap musim kemarau di September hingga Desember sangat panas sekali di Indonesia. Kami parlemen akan membicarakan masalah ini lebih lanjut,” kata politikus asal dapil Kalimantan Tengah ini.
Pada kesempatan tersebut, Hamdhani juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Malaysia dan Singapura yang terkena imbas asap dari Indonesia.
“Pemerintah kami sudah menginstruksikan kepada kementerian dan pemerintah di daerah untuk mengantisipasi situasi ini dan melakukan tindakan semaksimal mungkin terhadap masalah asap ini,” kata Hamdani.
