HUT ke 71, Pimpinan DPR Potong Lima Tumpeng
Sebanyak lima nasi tumpeng disiapkan di acara tersebut.
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun RI dan DPR ke 71, Parlemen menggelar syukuran di lobi gedung Nusantara II, lantai 3, DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/8/2016). Acara ditandai dengan potong nasi tumpeng. Acara dilaksanakan usai sidang paripurna,
Menurut pantauan Suara.com, sebanyak lima nasi tumpeng disiapkan di acara tersebut. Kelimanya dipotong secara bersamaan oleh para pimpinan DPR, yaitu Ketua DPR Ade Komarudin, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Taufik Kurniawan. Saat pemotongan tumpeng berlangsung, seluruh wakil rakyat yang hadir berjejer di belakang para pimpinan.
Usai pemotongan tumpeng, Ade mengatakan sudah ada kemajuan dari kinerja dewan, namun belum maksimal. Dia berjanji akan berbenah dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat.
"Saya ingin sampaikan, bahwa saya bersama 10 pimpinan Fraksi dan pimpinan DPR untuk bersma-sama membawa parlemen menjadi harapan masyarakat," kata Ade.
Ade mengakui menjalankan seluruh fungsi DPR sesuai dengan yang diharapkan, bukan perkara mudah. Terutama dalam sistem demokrasi terbuka seperti sekarang ini, dimana setiap orang bebas menyampaikan pendapat.
"Saya sebagai ketua DPR, di era reformasi ini ada perubahan sistem politik dimana kebebasan menyatakan pendapat berkembang. Sebagai parlemen, tentu tidak mudah menjalani sistem sebelumnya hingga skarang," ujar Ade.
"Seperti sistem pemilu, ada konsekuensi di dewan, sistem terbuka. Tapi kita akan memperbaiki keadaan," Ade menambahkan.
Ade menyadari kinerja DPR selama ini belum bisa memberikan kepuasan kepada semua pihak, namun dia juga mengatakan setidaknya sudah ada kemajuan dari kinerja tersebut.
"Mungkin memang saat ini DPR juga belum sesuai, tapi apa yang kami lakukan sudah dinilai membaik, sesuai dengan harapan masyarakat," kata Ade.
Dia berharap agar semua kalangan jangan segan memberikan masukan ke DPR. Hal ini sangat penting, sebab dewan merupakan salah satu lembaga yang diharapkan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
"Tolong berikan dorongan kami untuk memperbaiki. Itu perlu waktu. Lembaga ini adalah lembaga yang diharapkan, selain eksekutif dan yudikatif. Tentu tak mungkin dibubarkan," ujar Ade.
"Demokrasi kan harus ada legislatif. Semua Harus kuat untuk membangun negeri ini," Ade menambahkan.
