Komisi VII: Gas Bumi Harus Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Fabiola Febrinastri
Komisi VII: Gas Bumi Harus Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat
DPR meninjau penyaluran gas perdana ke salah satu perusahaan makanan di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (30/4/2018). (Sumber: Istimewa)

PGN memasok gas bumi ke 20.233 pelanggan di Medan.

Suara.com - Komisi VII DPR RI selalu mendukung langkah-langkah pemerintah dalam usahanya memberikan energi yang lebih murah untuk masyarakat, baik komersial maupun rumahan. DPR selalu mendorong pemerintah melalui PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) mewujudkan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan gas bumi kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Saya kira harus kita suport gerakan pemerintah untuk selalu mencari alternatif yang memungkinkan penghematan dan memudahkan masyarakat untuk saving cost, karena kita menggunakan gas yang kita produksi sendiri,” kata Wakil Ketua Komisi VII, Tamsil Linrung, bersama tim saat meninjau penyaluran gas perdana ke salah satu perusahaan makanan di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (30/4/2018).

PT. PGN (Persero) Area Medan resmi menyalurkan gas bumi ke CV Cipta Rasa Nusantara, yang memproduksi bolu meranti. PGN, sampai saat ini telah memasok gas bumi ke 20.233 pelanggan di Medan, yang terdiri dari 45 industri besar, 904 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 19.284 rumah tangga.

Dalam dialog Komisi VII dengan pemilik usaha dan perwakilan PGN mengemuka bahwa dengan menggunakan layanan gas negara, maka harga yang harus dibayarkan lebih hemat 40-50 persen dari sebelum memakai LPG. Tamsil menyatakan ingin agar masyarakat lebih banyak  merasakan fasilitas layanan PGN.

“Jaringan untuk rakyat sekitar sini memang sudah ada, tapi belum dari APBN. Masih dianggarkan sendiri oleh PGN. Saya kira APBN akan kita dorong supaya ada yang dialokasikan untuk energi PGN menjangkau masyarakat luas,” pungkas politisi PKS itu.

Sementara itu, Direktur Komersial PT. PGN (Persero), Danny Praditya, mengatakan, penggunaan gas bumi PGN oleh pabrik bolu meranti ini dipastikan bisa memberikan efisiensi bagi industri tersebut. Selama ini, dengan menggunakan LPG tabung 50 kg, pabrik ini harus menggunakan 7-8 tabung seharga Rp 650.000 per tabung.

“Sehingga total pengeluaran bahan bakar untuk produksi per bulan mencapai Rp 156 juta. Dengan kebutuhan sebesar itu setiap bulan, jika dikonversi menggunakan gas bumi PGN menjadi sebesar kurang lebih 15.101 meter kubik per bulan,” sebutnya.

Dengan harga gas bumi PGN hanya Rp 5.496 per meter kubik, maka total pengeluaran pabrik untuk penggunaan gas bumi hanya Rp 82,9 juta per bulan.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI