DPR Pertanyakan Kesiapan Angkutan Lebaran dan Pengamanan Pemudik

Fabiola Febrinastri
DPR Pertanyakan Kesiapan Angkutan Lebaran dan Pengamanan Pemudik
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dito Ganinduto. (Sumber: Istimewa)

Jumlah pemudik tercatat 206.119 orang, atau meningkat 74,45 persen.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dito Ganinduto, mempertanyakan kesiapan angkutan Lebaran, termasuk di dalamnya segala fasilitas pendukung, serta pengamanan bagi pemudik. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi VI dengan Deputi BUMN dan stakeholder terkait, seperti PT KAI, DAMRI, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Pelindo, PT ASDP dan Jasa Marga, di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

“Kami mempertanyakan kesiapan para mitra kerja kami ini terkait dengan transportasi angkutan Lebaran 2018. Mereka menyatakan kesiapannya memberikan transportasi yang aman dan nyaman saat terjadi arus mudik, serta arus balik nanti,” ujar Dito.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, kesiapan itu tidak hanya menyangkut ketersediaan angkutan dan fasilitas, tapi juga sarana dan prasana pendukung lainnya. Sebut saja Jasa Marga, yang mengurusi akses jalan tol.

Jasa Marga harus mempersiapkan dan menyediakan rest area (tempat peristirahatan), bahan bakar dan bengkel. Jasa Marga harus bekerja sama dengan Pertamina dan perusahaan otomotif untuk menyediakan tenaga tambahan di tempat-tempat peristirahatan.

Meski saat ini hampir seluruh ruas tol sudah menggunakan sistem e-Toll (kartu tol elektronik), namun untuk mencegah dan mengantisipasi kemacetan, Jasa Marga juga harus menyediakan personel tambahan untuk membantu para pemudik.

Pemerintah memprediksi akan adanya kenaikan jumlah penumpang atau pemudik pada arus mudik Lebaran 2018. Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI, Azam Azman Natawijaya mengingatkan, situasi ekonomi yang sedang sulit seperti saat ini, harus diantisipasi dengan peningkatan keamanan di seluruh pusat arus mudik pengguna transportasi. Kondisi ekonomi sulit dapat memicu kejahatan.

Pada kesempatan itu juga terungkap beberapa titik embarkasi dan jalur penyeberangan laut yang harus mendapat perhatian lebih, seperti Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak. Di titik-titik itu, selain pengamanan keamanan yang harus diperkuat, juga diperlukan penambahan ketersediaan lapangan parkir bagi pengguna kendaraan yang menunggu antrean masuk ke kapal.

Dalam RDP juga mengemuka, 92 BUMN menggelar Mudik Bareng 2018. Ini merupakan mudik bareng keempat kalinya yang digelar oleh BUMN.

Tahun ini, mudik bareng akan dilaksanakan Sabtu, 9 Juni 2018, flag off dilakukan di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta.

Secara keseluruhan, jumlah pemudik tercatat 206.119 orang, atau meningkat 74,45 persen. Pemudik dari Pulau Jawa berasal dari 24 kota, yang akan melakukan keberangkatan naik 200 persen, dari luar Jawa sebanyak 37 kota, atau meningkat 164,29 persen.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI