Ketua DPR: Utamakan Rasionalitas Saat Gunakan Hak Pilih

Fabiola Febrinastri
Ketua DPR: Utamakan Rasionalitas Saat Gunakan Hak Pilih
Ketua DPR, Bambang Soesatyo. (Dok: DPR)

Pilih pemimpin yang mau mengayomi semua elemen masyarakat.

Suara.com - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan bijakasana dan independen, berdasarkan penilaian obyektif terhadap setiap pasangan kandidat calon kepala daerah.

“Utamakan rasionalitas dalam menggunakan hak pilih, karena yang dibutuhkan warga adalah pemimpin daerah yang mau melayani, bukan dilayani. Pemimpin yang mau mengayomi semua elemen masyarakat, dan paling tahu yang dibutuhkan daerah dan warganya,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Ia menuturkan, Pilkada serentak di 171 daerah pemilihan yang akan berlangsung Rabu (27/6/2018), diharapkan bisa menghadirkan para abdi masyarakat yang punya kompetensi sebagai pemimpin daerah, paham manajemen birokrasi, visioner, bersih, jujur, dan mau menanggalkan kepentingan pribadi serta kelompok demi memprioritaskan kepentingan warga.

“Pilih kandidat yang mau bekerja keras dan ulet mencari jalan keluar atas setiap permasalahan daerah. Pilih pemimpin yang tampil dengan rencana-rencana yang realistis dan tidak menggerogoti anggaran belanja dan pembangunan daerah (APBD),” imbaunya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengimbau warga untuk memanfaatkan periode masa tenang, agar menetapkan pilihannya dengan pertimbangan matang. Menurutnya, berpikir jernih dan objektif dalam menilai sosok calon pemimpin daerah menjadi sangat penting demi menghindari kesalahan memilih.

“Pesan kepada warga pemilih sederhana saja, lihat data tentang penghuni ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, ruang tahanan KPK dihuni puluhan oknum kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi atau menerima suap,” paparnya.

Menurut Bamsoet, fakta tersebut hendaknya juga menjadi perhatian bagi warga pemilih di 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

“Pilihlah kandidat yang diyakini bersih dari masalah hukum. Kalau belasan atau puluhan daerah pernah ceroboh memilih kepala daerah, 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak pada Rabu nanti diharapkan bisa belajar dari kecerobohan itu, dan tentu saja berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,” tandasnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI