Fahri Hamzah Resmikan Program Magang TKI NTB ke Jepang

Fabiola Febrinastri
Fahri Hamzah Resmikan Program Magang TKI NTB ke Jepang
Wakil Ketua DPR RI, Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah meresmikan acara seleksi peserta program magang ke Jepang. (Dok: DPR)

Sekitar 500 anak muda NTB ikut program ini.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah meresmikan sekaligus menyambut positif acara seleksi peserta program magang ke Jepang, yang diikuti sekitar 500 anak muda Nusa Tenggara Barat (NTB). Fahri berkesempatan menyematkan tanda kepada peserta seleksi magang ke Jepang tersebut di Kompleks Kantor Gubernur NTB, Senin (12/11/2018).

Saat menyampaikan sambutannya dalam acara yang juga dihadiri Wagub NTB, Sitti Rohmi Djalilah, Direktur Bina Pemagangan Kemnaker, Asep Gunawan, dan salah satu perusahaan di Jepang, Fahri yang juga Ketua Tim Pengawasan Pekerja Migran Indonesia (Timwas PMI) DPR, berharap, ada persiapan yang betul-betul matang dari pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov NTB.

"Ini adalah kesempatan emas dan waktu yang sangat baik, maka harus ditangani dengan serius. Saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri kemampuan yang bekerja di sana, senang karena mereka mengalami perubahan hidup. Tanya kepada alumni nanti," kata Fahri.

Kesempatan itu, Fahri juga mengungkapkan hasil kunjungan kerjanya bersama sejumlah anggota DPR ke Jepang beberapa waktu lalu. Ketika berkunjung ke Jepang, ia dan delegasi DPR melihat tempat pemagangan dan tempat pelatihan bagi calon tenaga kerja.

Baca Juga: Ketua DPR Terima Penghargaan Best Communicators 2018

"Itu sangat luar biasa, kayak pesantren yang penuh dengan kedisiplinan. Saya sangat excited dan tertarik. Apalagi kita baru menyelesaikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, yaitu UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," sebutnya.

Dengan adanya UU PMI, tambah politisi dari PKS itu, maka istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) luar negeri tidak akan dipakai lagi, tetapi diganti dengan istilah Pekerja Migran Indonesia.

"Jumlah angkat kerja kaum muda yang sanggup memikul beban bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini adalah yang terbanyak dalam sepanjang sejarah dan anak muda, kalau tidak disalurkan secara positif, bisa negatif. Makanya, saya mengucapkan terimakasih kepada Kang Asep dan kawan-kawan yang telah mengambil inisiatif tentang ini (prgram magang). Saya, dalam sisa masa jabatan saya, siap membantu agar program seperti ini mejadi masif," katanya.

Menurut fahri, Japan International Trainning Coorporation/JICO menyampaikan kalau pihaknya menyatakan tidak ada batas untuk orang Indonesia mengikuti program magang di negaranya, asalkan melalui mekanisme yang telah diatur negaranya.

"Misalnya ada dari pihak Jepang yang datang ke NTB untuk memberikan lisensi pusat-pusat pelatihan kita, supaya kita bisa datang ke sana (Jepang). Mereka senang sekali. Maka tadi saya dengar dari Ibu Wagub, ada permintaan spesial, kalau bisa yang banyak dari NTB ini," ujarnya.

Baca Juga: DPR: Media Partisan Cederai Demokrasi

Fahri mendorong pemerintah melakukan ini dan ia akan membicarakan skemanya ke pihak pemerintah terkait, termasuk dengan Menteri Keuangan agar skema rekrutmen ini, sebagian dari dana awalnya ditanggung oleh pemerintah.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI