Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tidak Mudah

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tidak Mudah
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad. (Dok : DPR).

Sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia, pada 2021 mengalami pertumbuhan positif

Suara.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 mendatang berada pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen. Terakhir, angka pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II-2020 terkontraksi ke level minus 5,32 dan jika Kuartal III-2020 masih dalam kisaran negatif, maka resmi Indonesia sudah masuk dalam jurang resesi.

Pada Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala Badan Pusat Statistik, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9/2020), sejumlah anggota yang hadir menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pembahasan asumsi makro dalam Rancangan APBN Tahun 2021.

“Mengingatkan kembali bahwa kita berada dalam situasi extraordinary, sehingga keranga asumsi dasar harus diproyeksikan dalam kondisi ketidakpastian dan dalam kondisi penuh volatilitas. Target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai 5,5 tentu ini sesuatu yang tidak mudah, berdasarkan pengalaman kita di tahun 2020 ini pemerintah sudah beberapa kali melakukan perubahan postur APBN karena adaptasi terhadap situasi” kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam pemaparannya menjelaskan pertumbuhan ekonomi 2020 yang mengalami beberapa kali koreksi ke bawah akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satunya.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Suatu Bangsa Tidak Boleh Lupa Sejarah Apalagi Anggota DPR

Terakhir, pemerintah mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 pada kisaran -1,1 persen hingga -0,2 persen. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,5-5,5 persen, ia menilai hal itu sangat bergantung keberhasilan penanganan Covid-19, akselerasi reformasi, dukungan ekspansi fiskal, dan pertumbuhan ekonomi global.

Tidak berbeda jauh dengan proyeksi pemerintah, sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 6,1 persen, serta Bank Dunia 4,8 persen dan IDB 5,3 persen.

Terkait inflasi, pemerintah optimis inflasi pada tahun depan masih pada kisaran 3 persen. Sementara tingkat suku bunga SBN 10 tahun diestimasikan sekitar 7,29 persen pada 2021. Sedangkan, nilai tukar Rupiah hingga Agustus 2020 cenderung bergerak stabil dan di tahun 2021 diperkirakan berada pada kisaran Rp 14.600 per dollar AS.

“Semua prediksi ini sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19, dukungan ekspansi fiskal tahun depan yang masih akan cukup bisa suportif, dan adanya reform yang bisa mengembalikan confidence maupun meningkatkan produktivitas dan iklim investasi. Langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tahun 2020 ini dalam rangka menghadapi Covid selama ini cukup baik dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder. Secara politik kami berterima kasih kepada Komisi XI, juga Badan Anggaran yang sangat clear dan positif,” ungkap Menkeu.

Baca Juga: Warga Benda Kena Proyek Tol Bandara, DPR Minta Pemerintah Segera Ganti Rugi


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI