Dyah Roro Bicara Perubahan Iklim di Forum Internasional

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti. (Dok : DPR).
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti. (Dok : DPR).

Namun demikian, ke depan bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami krisis yang lebih besar lagi di masa depan akibat iklim.

Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengungkapkan bahwa krisis kesehatan berupa pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dialami oleh Indonesia dan berbagai negara lainnya di dunia ini, tidak hanya mempengaruhi lingkungan. Melainkan juga berdampak pada sektor ekonomi, dan sosial.

Namun demikian, ke depan bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami krisis yang lebih besar lagi di masa depan akibat iklim.

“Saat ini, kita sedang berada dalam krisis kesehatan akibat pandemi, dimana krisis ini tak hanya mempengaruhi lingkungan, tapi juga sektor ekonomi dan sosial. Hal tersebut hanyalah sebagian kecil dibandingkan kemungkinan krisis yang bisa terjadi di masa depan akibat iklim. Oleh karena itu, menurut saya pembangunan berkelanjutan perlu digencarkan, tentu dengan bantuan Parlemen,” ungkap Roro dalam diskusi virtual “Launch of the Westminster Foundation for Democracy (WFD) Environmental Democracy Initiative”, baru-baru ini.

Tentunya, upaya parlemen tersebut, lanjut politisi Partai Golkar itu, tetap membutuhkan partisipasi publik yang luas.

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh DPR RI untuk mengatasi masalah kurangnya partisipasi publik, yakni melalui inisiatif Open Parliament Indonesia. Dimana inisiatif ini menjunjung tinggi nilai transparansi. Harapannya dengan inisiatif ini, banyak generasi muda yang bisa lebih terbuka dengan dunia politik.

Hal ini menurut Roro sangat penting, karena kaum muda adalah kelompok yang berpikir kritis dan penuh inspirasi, sehingga akan baik untuk membuat perubahan. Dengan begitu akan tercipta kerja sama dan sinergi yang baik dalam bergotong royong menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dalam acara yang digelar dalam rangka memperingati hari demokrasi internasional ini, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu mengakui bahwa sejatinya cara tercepat untuk membuat sebuah perubahan adalah dengan terlibat aktif di dalam parlemen atau pemerintahan. Hal itulah yang kemudian memotivasinya untuk menjadi bagian dari sistem tersebut.

Dijelaskannya, saat ini di Indonesia ada sekitar 10 persen dari total Anggota DPR RI yang masuk dalam kategori muda, di bawah umur 40 tahun yang tersebar di beberapa komisi.

Para politisi muda ini, termasuk  Roro sendiri, bertujuan untuk fokus dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi Indonesia. Tak heran jika kemudian legislator dapil Jawa Timur X ini tertarik mengangkat isu tentang sustainability dan climate change sebagaimana yang dipaparkan dirinya dalam forum internasional tersebut.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS