alexametrics

Azis Syamsuddin Ungkap Tiga Kejahatan Berat yang Mengancam NKRI

Fitri Asta Pramesti
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. (Dok. DPR)
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. (Dok. DPR)

Menurut Azis, toleransi dan nilai kebangsaan menjadi pondasi yang nantinya tergerus karena masifnya tiga kejahatan ini.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyatakan ada tiga kekahatan yang terus menggerogoti kekuaran dan cita-cita Negara Kesatuan Repulik Indonesia, yakni narkoba, cyber crime, dan terorisme

Hal tersebut dikatakan Azis usai melihat dari dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katredal dan korban ledakan di RS Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4/2021). Menurutnya, tiga kejahatan tersebut sudah menjadi bisnis haram yang bentuknya begitu kentara di depan mata.  

"Tiga kejahataan ini tumbuh subur. Setiap hari, kita disajikan satu dari tiga kejahatan ini berselancar di layar kaca. Ini fakta, dan ingat narkoba maupun cyber-terrorism bukan sebatas kejahatan internasional melainkan menjadi kejahatan transnasional," ungkap Azis, Jumat (2/4). 

Toleransi dan nilai kebangsaan menjadi pondasi yang nantinya tergerus karena masifnya tiga kejahatan ini. Setiap hari, kelompok yang memainkan bisnis haram ini memodifikasi kemasan.

Baca Juga: BIN: Generasi Milenial Tak Berpikir Kritis Rentan Terpapar Radikalisme

"Cirinya mampu mengubah diri dalam memainkan pola kejahatan. Itu poin yang saya cermati," bebernya.  

Gambaran konkrit tiga kejahatan ini, terlihat dengan munculnya kasus penangkapan baik kurir, hingga bandar narkoba. Setiap hari muncul hate speech di media sosial hingga memantik laporan ke pihak berwajib.

"Dan paling parah, meluasnya sebaran aksi teror yang menimbulkan korban jiwa dan ketakutan di masyarakat," sambungnya.

Azis bilang, munculnya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri di berbagai daerah di Indonesia bukan fakta apalagi fenomena baru.   

Sindikasi yang terbentuk lewat afiliasi dengan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) maupun individu yang tidak mengikat secara struktur, adalah siklus yang begitu mencolok keberadaanya.

Baca Juga: Pasca Teror Bom, DPR Minta Polri Tingkatkan Pengawasan Objek Vital

"Jika kita kaitkan peristiwa Makassar dan aksi teror disusul penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah dan aksi teror di Mabes Polri, sudah cukup menjadi bukti, bahwa ini kejahatan yang paling menggerus energi bangsa," ungkap Azis.        


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI