facebook

Jelang Lebaran, Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Antisipasi Kerumunan!

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. (Dok: DPR)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. (Dok: DPR)

Kondisi kerumunan tidak boleh dibiarkan agar tidak terjadi seperti yang dialami India

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah menertibkan kerumunan masyarakat di pasar dan pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, sebab di tempat tersebut seringkali protokol kesehatan (prokes) diabaikan.

“Pasar dan mall ramai dikunjungi masyarakat. Sebagian besar dari mereka abai dengan protokol kesehatan. Pemerintah pusat dan daerah harus berkoordinasi untuk memantau penerapan prokes di tempat-tempat publik. Siapkan aparat yang cukup untuk mengatur, jangan sampai kerumunan dibiarkan. Kita tidak ingin panen kasus setelah lebaran,” kata Netty pada Kamis (6/5/2021).

Menurut Netty, animo masyarakat untuk berbelanja jelang lebaran tahu sangat besar, seolah pelepasan setelah lebaran tahun lalu masyarakat masih menahan diri.

"Kondisi ini tidak boleh dibiarkan agar tidak terjadi seperti yang dialami India. Salah satu pemicu lonjakan kasus di India adalah karena ribuan orang berenang dalam festival Kumbh Mela dan kondisi itu mirip dengan membludaknya pengunjung pasar dan mall di tanah air,” urai Netty.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di India Menggila, Harga Minyak Merosot

Legislator Fraksi PKS ini meminta pemerintah menyiapkan skenario terburuk. Mengingat, saat ini varian baru Covid-19 sudah dikonfirmasi masuk ke Indonesia.

"Pemerintah harus siapkan skenario terburuk sebagai antisipasi," tambahnya.

Netty juga mengingatkan pemerintah soal potensi meningkatnya kegiatan wisata masyarakat saat libur lebaran.

“Masyarakat dilarang mudik dan kemungkinan besar larinya ke tempat-tempat wisata yang dibuka pemerintah. Pemerintah daerah harus kerja ekstra untuk mengawasi penerapan prokes. Ini harus benar-benar disiapkan jika kita tidak ingin adanya klaster-klaster wisatawan," tutupnya.

Baca Juga: Kepanikan Terjadi saat KTT G7 setelah Dua Delegasi India Positif Covid-19


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI