Slamet Ariyadi Sebut Alat Produksi Pengrajin Genting di Sampang Madura Masih Minim

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Slamet Ariyadi Sebut Alat Produksi Pengrajin Genting di Sampang Madura Masih Minim
Anggota DPR, Slamet Ariyadi saat meninjau UMKM genting di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. (Dok: DPR)

UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian di tengah pandemi.

Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Slamet Ariyadi meninjau pengrajin UMKM Genting di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Dalam kegiatan ini, Slamet Ariyadi melihat langsung produksi genting yang dilakukan secara manual oleh masyarakat. Slamet Ariyadi juga mendengar keluhan pengrajin serta para kepala desa di kecamatan karang penang, sampang.

Mereka mengeluhkan produksi genting yang masih dilakukan secara manual dengan peralatan yang sangat terbatas. Hasil UMKM genting dari kecamatan karang penang ini sebenarnya sangat berkualitas, terbukti produksi genting dari kecamatan ini sudah di kirim ke beberapa kota di jawa timur bahkan hingga ke jakarta.

"Saya akan membantu dan akan berupaya untuk menyampaikan ke pusat perihal keluhan pengrajin di kecamatan karang penang ini, walaupun tidak terkait dengan bidang di komisi yang saya tempati sekarang" kata Slamet Ariyadi usai meninjau ke lokasi pengrajin genting.

Baca Juga: BRI Komitmen untuk Berdayakan Sektor UMKM

Di masa pandemi ini sektor UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat yang masih bertahan, selain sektor pertanian.

Kecamatan karang penang memang sejak dulu sangat terkenal dengan pengrajin gentengnya, produksi genteng dari kecamatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan daerah di kabupaten sampang khususnya kecamatan karang penang.

"Kebutuhan saat ini pengrajin genting yaitu mesin pengolah tanah liat yang nantinya lebih memudahkan mereka dalam menyiapkan tanah liat untuk di proses jadi genting". Ucap Slamet Ariyadi dari Fraksi PAN ini.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI