facebook

PKAKN DPR Hadirkan Seminar Mengawal Efektifitas & Efisiensi Keserentakan Pemilu 2024

Fabiola Febrinastri
Mengawal Efektifitas & Efisiensi Keserentakan Pemilu 2024”, Jakarta, Kamis (9/9/2021). (Dok: DPR0
Mengawal Efektifitas & Efisiensi Keserentakan Pemilu 2024”, Jakarta, Kamis (9/9/2021). (Dok: DPR0

Pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019 memiliki tingkat partisipasi pemilu sebesar 81,97 persen.

Suara.com - Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PKAKN) Sekretariat Jenderal DPR RI menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Mengawal Efektifitas & Efisiensi Keserentakan Pemilu 2024”, Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Badan Keahlian DPR RI, Helmizar mengakui, bahwasannya dalam mewujudkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan keserentakan pemilu 2024, dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas di seluruh proses dan tahapan yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Bawaslu.

"Memang perlunya transparansi dan akuntabilitas dan di dalam proses tahapan-tahapannya itu, dan perlu melibatkan seluruh stakeholder maupun masyarakat luas, agar pelaksanaan pemilu di 2024 akan lebih baik dibandingkan dengan di 2019," katanya.

Helmi memaparkan, pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019 memiliki tingkat partisipasi pemilu sebesar 81,97 persen untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota DPD RI mencapai 82,15 persen, dan partisipasi pemilih anggota DPR RI mencapai 81,69 persen.

Baca Juga: Komisi Hukum DPR: Jangan Berspekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang

"Jumlah pemilihnya di 2019 itu mencapai 81 sekian persen, mudah-mudahan di 2024 itu bisa mencapai angka di atas 85 persen paling kurang, bahwa itu akan lebih demokrasi sekali untuk Negara kita,"tuturnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI