alexametrics

DPR Sarankan Pemerintah Bangun Fasilitas Olahraga

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf. (Dok: DPR)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf. (Dok: DPR)

Indonesia termasuk negara dengan masyarakat malas bergerak.

Suara.com - Seiring pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN), fasilitas olahraga bagi rakyat perlu dibangun. Membangun fasilitas olahraga bukan hanya membangun stadion besar yang megah. Rakyat kecil pun perlu diberi fasilitas olahraga.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menyampaikan hal ini dalam rilisnya, Selasa (14/9/2021).

Saat ini, RUU SKN sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas. Infrastruktur olahraga banyak dibangun pemda berupa stadion, tapi kemudian banyak pula stadion yang mangkrak, tak terpakai. Komisi X pun mendesak agar fasilitas olahraga rakyat dibangun, karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat luas.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, sarana.olahraga rakyat yang dimaksud seperti jogging track, sepeda statis, dan lain sebagainya yang dibangun di taman-taman kota. Melalui RUU SKN, kata Dede, DPR RI berharap dibuat aturan rinci untuk mendorong masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang bugar.

Baca Juga: Boleh Dicatat! Segini Gaji Krisdayanti Sebagai Anggota DPR RI Dapil Malang Raya

“Karena banyak negara di dunia melakukan hal-hal tersebut. Kita saja yang nggak ada,” kilahnya.

Komisi X DPR, lanjut Dede, mendesak agar ada alokasi 2 persen anggaran untuk pembagunan infrastruktur olahraga, baik dari APBN maupun APBD. Isu ini masih terus dibicarakan dalam pembahasan RUU SKN. Hal ini disampaikan Dede, mengingat anggaran di setiap dinas olahraga daerah sangat kecil.

Bahkan anggaran Kemenpora pun paling kecil. Hal inilah yang kemudian disebut klaster C, karena anggarannya bisa dipotong kapan saja. Dijelaskan Dede, RUU SKN akan mengatur ruang lingkup olahraga masyarakat atau kebugaran masyarakat yang disebut dengan community fitness. Hal ini untuk menghindari dampak buruk kesehatan masyarakat di masa depan.

“Kita mendorong agar masyarakat kita menjadi masyarakat bugar, di mana saat pandemi angka penyebaran terbanyak terjadi pada kelompok komorbid. Komorbid terjadi salah satunya pola hidup kurang bagus, kurang bugar, kurang bergerak. Jadi, olahraga masyarakat cukup penting,” imbuhnya.

Legislator Jabar II tersebut menambahkan, Komisi X DPR menyerukan, agar Indonesia menjadi bangsa bergerak melalui gerakan masyarakat bugar. Apalagi, di masa pandemi ini, olahraga banyak digaungkan sebagai upaya meningkatkan imun tubuh.

Baca Juga: Terang-terangan Krisdayanti Bongkar Gaji di DPR, dari Gaji Pokok hingga Dana Aspirasi

Dede mengutip sebuah riset kesehatan yang menyatakan, Indonesia termasuk negara dengan masyarakat malas bergerak. Ini diukur dari kurangnya jumlah langkah setiap hari.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI