Puan: Waspadai Omicron BA.2 untuk Cegah Lonjakan Kasus Baru Covid

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Puan: Waspadai Omicron BA.2 untuk Cegah Lonjakan Kasus Baru Covid
Ketua DPR, Puan Maharani. (Dok: DPR)

Subvarian virus ini telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara.

Suara.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta semua pihak untuk mewaspadai penularan virus Covid-19 subvarian Omicron BA.2. Sebab jika tidak ditangani dengan serius, virus yang sering disebut sebagai Omicron siluman ini bisa berpotensi menyebabkan lonjakan baru kasus Covid-19.

“Kita harus mengantisipasi penyebaran BA.2 Omicron. Subvarian virus ini telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara, termasuk yang saat ini terjadi di Hongkong,” ujar Puan pada Kamis, (17/3/2022).

Per 15 Maret 2022, Indonesia telah menemukan 668 kasus Covid-19 akibat penularan subvarian Omicron BA.2. Puan mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin terjadi akibat virus Omicron siluman.

“Pastikan seluruh infrastruktur kesehatan siap. Jangan ada celah dalam penanganan Covid-19. Termasuk terus mengkaji berbagai kebijakan terkait pandemi,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Baca Juga: Kena Semprot Anggota DPR, Mendag Lutfi Akui Tak Punya Kewenangan Tindak Penimbun Minyak Goreng

Puan menyebut, para pakar sudah mengingatkan pentingnya jangkar pengamanan untuk menghambat penyebaran Covid-19, termasuk Omicron BA.2. Ia mengatakan, kerja sama dari seluruh elemen dapat membantu agar virus ini tidak terus berkembang.

“Tingkatkan skrining. Pelaksanaan 3T khususnya tracing harus makin diupayakan dengan maksimal. Karena dengan tracing yang baik, penyebaran virus dapat diperkecil. Skrining yang baik akan melindungi saudara-saudara kita yang masuk dalam kategori rawan, seperti lansia, anak-anak dan kelompok komorbid,” kata Puan.

Mantan Menko PMK ini mengatakan, Pemerintah juga harus meningkatkan cakupan vaksinasi, baik vaksin primer maupun booster. Puan mendorong kerja sama instansi/lembaga dan kelompok atau organisasi masyarakat untuk membantu pemerintah dengan menyelenggarakan vaksinasi massal.

“Teman-teman dari TNI/Polri juga bisa membantu memberi pelayanan vaksinasi door to door untuk mereka yang tidak bisa datang ke pusat layanan vaksin. Masyarakat harus dilindungi vaksinasi agar imunitas semakin lebih banyak terbentuk,” paparnya.

Puan pun mengatakan, peran serta masyarakat dalam mengatasi penyebaran virus juga sangat penting. Ia mengingatkan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Sebanyak 1.477 Pasien Covid-19 di DKI Meninggal Sejak Muncul Varian Omicron

“Saat beraktivitas, pastikan konsisten menerapkan 3T. Mencuci tangan/memakai hand sanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak. Sebisa mungkin juga jauhi kerumunan dan kurangi mobilitas,” imbau Puan.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI