facebook

Tinjau Operasi Katarak Gratis, Puan Maharani Dorong Percepatan Penanggulangan Kebutaan

Fabiola Febrinastri
Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani Maharani. (Dok: DPR)
Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani Maharani. (Dok: DPR)

Tingkat kebutaan di Babel yang mencapai 3 persen.

Suara.com - Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani Maharani meninjau kegiatan operasi katarak gratis dalam kunjungan kerjanya di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Dalam kesempatan ini, ia mendorong percepatan program Penanggulangan Gangguan Pengelihatan dan Kebutaan. Puan mengimbau kepada masyarakat yang mengalami gangguan pengelihatan akibat katarak untuk jangan ragu memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan.

Mengingat dalam kegiatan ini banyak mendatangkan dokter-dokter spesialis mata terbaik untuk memaksimalkan operasi katarak gratis.

“Dokter spesialis matanya langsung didatangkan dari Bandung, Jawa Barat, dan turut bergotong-royong dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” kata Puan dalam acara Operasi Katarak Gratis di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, Senin (20/6/2022).

Pada kesempatan yang diikuti sedikitnya 1.000 warga Babel ini, Puan juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga dengan penyakit katarak, terutama lansia, agar mengajak mereka segera menjalani pengobatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan, kata Puan, adalah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.

Baca Juga: Terpopuler: Viral TKW Habiskan Rp 450 Juta untuk Renovasi Rumah, Puan Komentari Nasdem Usung Ganjar

“Anugerah untuk melihat melalui mata adalah salah satu anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia. Di sini saya diberi tahu banyak peserta operasi Katarak gratis adalah lansia. Dengan mata, kita dapat melihat anak-cucu kita. Dengan mata kita juga bisa membaca kitab suci, memenuhi kebutuhan rohani dalam hati melalui membaca ayat-ayat suci dengan mata kita,” imbuh Puan.

Politisi PDI-Perjuangan tersebut pun menyoroti tingkat kebutaan di Babel yang mencapai 3 persen, dimana 85 persen di antaranya disebabkan karena katarak. Oleh karenanya, Puan menyebut, hal seperti ini bisa membantu pemerintah dalam rangka percepatan program Penanggulangan Gangguan Pengelihatan dan Kebutaan.

“Karena tentu berat bagi kita jika pengelihatan kita terganggu dengan penyakit seperti Katarak di mata. Tetapi memang biaya operasi Katarak bisa tidak terjangkau oleh banyak orang. Mari bersama-sama kita melihat indahnya dunia dan wajah dari orang-orang yang kita sayangi," tutup mantan Menko PMK itu.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI