Komisi V Tinjau Progres Pembangunan Stasiun LRT Taman Mini

Fabiola Febrinastri
Komisi V Tinjau Progres Pembangunan Stasiun LRT Taman Mini
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik meninjau progres pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Taman Mini di Cipayung, Jakarta Timur. (Dok: DPR)

LRT tidak menyelesaikan kemacetan di Jakarta, tapi paling tidak mengurangi.

Suara.com - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau progres pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Taman Mini, di Cipayung, Jakarta Timur. Wakil Ketua Komisi V DPR, Ibnu Munzir menilai, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya mengenai konstruksi dalam tahapan pembangunan Stasiun LRT itu.

“Kita mengingatkan supaya jangan seperti yang lalu, dalam proses pembangunannya sudah dua kali kecelakaan. Ke depan agar lebih berhati-hati. Saya kira PT. Adhi Karya sebagai kontraktor juga sudah memperhitungkan pengaruh gempa,” ujar Ibnu di sela-sela memimpin Tim Kunspek meninjau Stasiun LRT, Jaktim, Selasa (12/3/2019).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritik letak stasiun yang tidak terkoneksi dengan kebutuhan masyarakat setempat atau angkutan umum lainnya.

“Tapi kalau saya menilai, ternyata di beberapa stasiun lainnya sudah terkoneksi dengan terminal bus, lalu dekat dengan rumah sakit. Memang kebetulan saja Stasiun LRT Taman Mini tidak terkoneksi, hanya berdekatan dengan Mall Cibubur Junction,” imbuh Ibnu.

Baca Juga: Ketua DPR Dukung 7 September Sebagai Hari Tenun Nasional

Ibnu menilai, LRT ini tidak secara menyeluruh menyelesaikan kemacetan di Jakarta, tapi paling tidak minimal mengurangi kemacetan.

“Saya yakin ke depan, mungkin orang-orang akan terbiasa menaiki angkutan umum dengan prasarana dan sarananya. Ini kan proses interaksi budaya,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Terkait harga tiket LRT, pemerintah berada pada dua sisi. Satu sisi, pemerintah sebagai pelayanan infrastruktur dan sarana transportasi adalah bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Tapi di sisi lain sebagai investor.

“Kita menginginkan harga tiket terjangkau, karena orang akan menghitung mana yang lebih murah dibanding naik kendaraan pribadi,” pungkas legislator Dapil Sulbar itu.

Baca Juga: Ketua DPR Apresiasi Penghargaan Parliament of The Year


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI